get app
inews
Aa Text
Read Next : Deputi Badan Gizi Nasional Tinjau Pelaksanaan MBG di Lamongan: Sanksi untuk Pelanggar Juknis

Ramadan 2026, Sentra Songkok Lamongan Kebanjiran Pesanan dari Luar Jawa

Kamis, 19 Februari 2026 | 17:44 WIB
header img
Proses pembuatan songkok khas Lamongan di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah. (Foto: Istimewa)

KALITENGAH, iNewsLamongan.id - Geliat ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mulai menunjukkan tren positif di awal bulan suci Ramadan 2026. Salah satu sektor yang merasakan lonjakan signifikan adalah industri rumahan songkok di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Lamongan.

Permintaan songkok khas Lamongan dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan biasa. Jika sebelumnya rumah produksi rata-rata hanya mengirim sekitar 3.000 kodi per bulan, kini pesanan menjelang Ramadan menembus angka 9.000 kodi.

Kondisi tersebut membuat sentra songkok Lamongan di Desa Pengangsalan dipenuhi aktivitas produksi sejak pagi hingga dini hari. Pantauan di lokasi menunjukkan deru mesin jahit bersahutan demi mengejar target pengiriman sebelum bulan puasa tiba.

Ahmad Rohman, salah satu pengrajin songkok di Desa Pengangsalan, Kalitengah, Lamongan, mengungkapkan lonjakan permintaan terjadi hampir di seluruh wilayah pemasaran.

"Permintaan pasar melonjak drastis. Kondisi ini membuat kami menambah tenaga lepas dan memberlakukan jam kerja lembur agar seluruh pesanan dapat terkirim tepat waktu sebelum Ramadan," ujar Ahmad, Kamis (19/2/2026).

Meski produksi meningkat tajam, Ahmad memastikan kualitas songkok Lamongan tetap menjadi prioritas utama. Ia mempertahankan penggunaan bahan beludru premium agar nyaman digunakan dalam waktu lama, terutama saat ibadah.

Harga songkok khas Lamongan dibanderol mulai Rp40.000 hingga Rp100.000 per buah, tergantung pada jenis bahan, motif, dan tingkat kerumitan desain.

Menurut Ahmad, pasar songkok Lamongan tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk tersebut juga diminati pembeli dari Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga luar Pulau Jawa.

"Keunggulan motif dan ketahanan bahan menjadi daya tarik utama. Banyak pelanggan yang sudah langganan setiap menjelang Ramadan," tambahnya.

Desa Pengangsalan dikenal sebagai sentra industri songkok terbesar di Lamongan. Lebih dari 80 persen warga setempat menggantungkan mata pencaharian sebagai pengrajin songkok.

Momentum Ramadan menjadi berkah ekonomi bagi masyarakat desa. Selain pengrajin utama, warga lainnya turut diberdayakan sebagai tenaga lepas, khususnya pada tahap finishing dan pengemasan.

Peningkatan produksi ini turut menggerakkan roda ekonomi desa secara kolektif dan memperkuat posisi UMKM Lamongan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Dengan tren permintaan yang terus meningkat setiap tahun, industri songkok Lamongan diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu produk unggulan daerah menjelang momentum keagamaan.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut