Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Krisis Air Bersih di Lamongan, BPBD Salurkan 1,6 Juta Liter ke 34 Desa
Advertisement . Scroll to see content

BPBD Lamongan Siapkan Mitigasi Kekeringan, 89 Desa Masuk Wilayah Rawan Krisis Air

Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB
  • author Ahmad Zainuri
BPBD Lamongan Siapkan Mitigasi Kekeringan, 89 Desa Masuk Wilayah Rawan Krisis Air
Warga Dusun Walangkopo Desa Kedungkumpul Kecamatan Sarirejo mendapatkan bantuan air bersih dari Polres Lamongan Kamis (25/6/2026). (Foto: Istimewa)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Sebanyak 89 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Lamongan dipetakan berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau 2026. Mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari armada distribusi air hingga logistik pendukung.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Ery S. Rosidi, mengatakan status siaga bencana kekeringan yang telah ditetapkan menjadi dasar percepatan kesiapsiagaan di lapangan. Meski demikian, hingga kini belum ada desa yang mengajukan permintaan bantuan distribusi air bersih.

"Sementara ini belum ada permintaan dropping air bersih dari desa maupun wilayah yang mengalami kekeringan. Namun seluruh wilayah yang berpotensi sudah kami mitigasi dalam rencana kontinjensi," kata Ery, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, BPBD telah menggelar rapat koordinasi bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), organisasi perangkat daerah (OPD), dan berbagai instansi terkait untuk menyusun langkah penanganan apabila kekeringan semakin meluas.

Dalam rencana kontinjensi tersebut, setiap wilayah dikelompokkan berdasarkan tingkat kerawanan, mulai dari kategori sangat kritis, kritis, sedang, hingga wilayah yang diperkirakan tidak terdampak. Pemetaan itu juga mencakup jumlah desa, dusun, serta warga yang berpotensi terdampak.

Selain menyiapkan penanganan darurat, BPBD juga mengimbau petani menyesuaikan pola tanam selama musim kemarau. Tanaman dengan kebutuhan air tinggi, seperti padi, disarankan diganti dengan komoditas yang lebih hemat air, seperti kedelai, kacang hijau, maupun kangkung.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah memantau kondisi embung, telaga, dan waduk untuk memastikan ketersediaan cadangan air. Armada truk tangki juga telah disiagakan, termasuk penentuan titik pengambilan air terdekat agar distribusi dapat dilakukan lebih cepat ketika dibutuhkan.

Berbagai perlengkapan pendukung seperti tandon air, tandon terpal, jeriken, hingga terpal juga telah dipersiapkan. Di sisi lain, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD rutin menyampaikan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai penghematan air, larangan membakar sampah, dan perlindungan diri dari cuaca panas.

"Untuk bertahan menghadapi fenomena El Nino Godzilla, tidak hanya dibutuhkan jiwa yang sehat, tetapi juga jiwa yang siap," ujar Ery.

Data BPBD Lamongan mencatat terdapat 44 desa berstatus kritis air dan 45 desa kategori langka air. Kecamatan Tikung dan Modo menjadi wilayah dengan jumlah desa rawan terbanyak, disusul Kembangbahu, Glagah, Sugio, Mantup, Deket, Lamongan, Sarirejo, Solokuro, Bluluk, Sambeng, Sukodadi, Kedungpring, dan Sukorame.

BPBD memastikan pemantauan akan terus dilakukan sepanjang musim kemarau dan distribusi air bersih akan segera dilaksanakan apabila masyarakat mulai mengajukan permohonan bantuan.

Editor: Abdul Wakhid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut