Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BPBD Lamongan Siapkan Mitigasi Kekeringan, 89 Desa Masuk Wilayah Rawan Krisis Air
Advertisement . Scroll to see content

Kekeringan Melanda Kedungkumpul, Pemkab Lamongan Salurkan 25.000 Liter Air Bersih

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:45 WIB
  • author Ahmad Zainuri
Kekeringan Melanda Kedungkumpul, Pemkab Lamongan Salurkan 25.000 Liter Air Bersih
Pemerintah Daerah Lamongan menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kedungkumpul Kecamatan Sarirejo. Selasa (28/7/2026). (Foto: Istimewa)

SARIREJO, iNewsLamongan.id - Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Lamongan menyalurkan 25.000 liter air bersih melalui lima truk tangki, Selasa (28/7/2026).

Desa Kedungkumpul menjadi wilayah pertama di Lamongan yang menerima dropping air bersih pada musim kemarau tahun ini. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang mulai terdampak kekeringan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan pemerintah telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau, terutama di Kecamatan Sarirejo dan sebagian Kecamatan Kembangbahu.

"Kita sudah memetakan daerah-daerah yang biasanya mengalami kekeringan. Hari ini merupakan hari pertama BPBD mengirimkan bantuan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kita siapkan armada tangki air dan akan terus bersiaga hingga Oktober," kata Yuhronur.

Menurutnya, distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa. BPBD kemudian menyesuaikan jumlah maupun frekuensi pengiriman sesuai kebutuhan masyarakat.

Di tengah keterbatasan air bersih, aktivitas pertanian di Desa Kedungkumpul masih berlangsung. Warga saat ini memasuki masa panen kacang hijau setelah sebelumnya menyelesaikan dua kali musim tanam padi.

Pemkab Lamongan juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan. Salah satunya melalui rencana normalisasi waduk di Dusun Walongkopo, Desa Kedungkumpul, yang akan dikeruk agar mampu menampung lebih banyak cadangan air saat musim hujan.

Selain itu, pemerintah masih mengkaji perluasan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojolagres menuju Kecamatan Sarirejo. Namun, proyek tersebut masih menunggu perhitungan kebutuhan investasi jaringan perpipaan.

Editor: Abdul Wakhid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut