Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Cabai dan Bawang di Pasar Sidoharjo Lamongan Melonjak Pasca Iduladha
Advertisement . Scroll to see content

Pantau Harga Cabai di Lamongan, Irjen Kemendagri Soroti Disparitas Harga Antarpasar

Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB
  • author Atmo
Pantau Harga Cabai di Lamongan, Irjen Kemendagri Soroti Disparitas Harga Antarpasar
Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Irjen Kemendagri) Bachril Bakri melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar, Rabu (28/10/2026). (Foto: Istimewa)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id – Harga cabai di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi perhatian pemerintah pusat setelah tercatat relatif tinggi dan turut menyumbang inflasi daerah. Untuk mengevaluasi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Irjen Kemendagri) Bachril Bakri melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar, Rabu (28/10/2026).

Pemantauan dilakukan dengan mengunjungi Pasar Sidomulyo di Lamongan dan Pasar Agrobis Babat. Dalam kunjungan tersebut, Bachril Bakri bersama Inspektur II Kemendagri didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi untuk melihat perkembangan harga bahan pokok, khususnya cabai keriting dan cabai rawit.

Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat mengawasi daerah dengan perkembangan harga komoditas dan tingkat inflasi yang relatif tinggi. Lamongan menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena harga cabai pada pekan sebelumnya tercatat cukup tinggi.

Bachril Bakri mengatakan, hasil pemantauan di dua pasar menunjukkan adanya perbedaan harga cabai yang cukup mencolok. Di Pasar Sidomulyo, harga cabai ditemukan sekitar Rp55.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Agrobis Babat berada di kisaran Rp44.000 per kilogram.

“Lamongan ini termasuk salah satu daerah yang tertinggi, terutama harga cabai keriting dan cabai rawit. Tadi kami sudah di dua pasar, pertama di Sidomulyo dan sekarang di Pasar Agrobis,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan harga tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam memperbaiki tata kelola pemasaran dan distribusi komoditas. Pasalnya, Pasar Agrobis Babat merupakan salah satu pusat agen dan kulakan yang menjadi tempat perdagangan berbagai kebutuhan pokok.

Bachril berharap pemerintah daerah dapat menekan disparitas harga antarpasar agar masyarakat mendapatkan cabai dengan harga yang lebih terjangkau. Pengelolaan distribusi yang lebih baik dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga di tingkat pedagang maupun konsumen.

“Kami harap bagaimana pemerintah daerah bisa membantu, harga yang di sana itu bisa sama juga dengan di sini. Jadi kita harap bisa mengatur tata kelola pemasarannya, sehingga harga di setiap pasar tidak jauh berbeda,” katanya.

Dia juga berharap hasil monitoring tersebut segera ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Dengan perbaikan distribusi dan pemasaran, harga cabai di tingkat konsumen diharapkan segera turun, terlebih harganya masih relatif tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembinaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Sebelum melakukan inspeksi mendadak ke pasar, rombongan terlebih dahulu menggelar pertemuan di Kantor Pemkab Lamongan guna mengevaluasi perkembangan harga komoditas penyumbang inflasi.

“Hari ini dilakukan pembinaan dalam rangka TPID. Tadi sudah dilakukan pertemuan di kantor Pemda, kemudian dilanjutkan dengan sidak di beberapa pasar untuk mengecek harga-harga barang kebutuhan pokok yang berkontribusi terhadap inflasi daerah,” kata Yuhronur.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjelaskan, cabai menjadi salah satu komoditas yang paling memengaruhi perkembangan inflasi di Lamongan. Harganya cenderung berubah setiap hari sehingga membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan, baik dari sisi ketersediaan stok maupun kelancaran distribusi.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memantau harga di sejumlah pasar, termasuk Pasar Sidoharjo, Pasar Sidomulyo, dan Pasar Agrobis. Dari hasil pemantauan, pemerintah melihat adanya indikasi penurunan harga cabai dalam satu hingga dua hari terakhir seiring mulai masuknya pasokan ke pasar.

“Dari sini memang kelihatan betul bahwa komoditas lombok ini sangat fluktuatif sekali. Satu dua hari ini sudah mulai ada penurunan karena stok juga mulai datang,” ungkapnya.

Yuhronur berharap pasokan cabai terus bertambah sehingga ketersediaan barang di pasar tetap terjaga dan harga kembali stabil. Pemkab Lamongan bersama TPID akan melanjutkan pemantauan serta mengevaluasi perkembangan harga untuk menekan tekanan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Editor: Abdul Wakhid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut