get app
inews
Aa Text
Read Next : Sapi Kurban Jenis Simental Lepas di Tengah Kota Lamongan, Nyaris Masuk Salon

Dari Atap Rumah ke Pundi Rupiah, Kisah Sukses Petani Melon Hidroponik di Lamongan

Senin, 22 Juni 2026 | 12:23 WIB
header img
Di atas rooftop rumah berukuran sekitar 13 x 8 meter persegi, Iskandar menanam ratusan bibit melon menggunakan sistem hidroponik. (Foto: Abdul Wakhid)

DEKET, iNewsLamongan.id - Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak menyurutkan semangat Iskandar, warga Desa Deketkulon, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, untuk tetap produktif di sektor pertanian. Pria ini berhasil menyulap atap rumahnya menjadi kebun melon hidroponik yang menghasilkan nilai ekonomi menjanjikan.

Di atas rooftop rumah berukuran sekitar 13 x 8 meter persegi, Iskandar menanam ratusan bibit melon menggunakan sistem hidroponik. Area yang sebelumnya hanya menjadi ruang kosong kini berubah menjadi lahan pertanian urban yang produktif.

Iskandar mengaku ide memanfaatkan atap rumah muncul karena melihat bagian bangunan yang belum selesai dibangun dan belum digunakan secara optimal.

“Daripada kosong, saya berpikir bagaimana lahan ini bisa dimanfaatkan. Akhirnya saya mencoba menanam melon dengan sistem hidroponik,” ujar Iskandar saat ditemui di kebunnya Senin (22/6/2026).

Namun, perjalanan budidaya melon tersebut tidak selalu berjalan mulus. Pada musim tanam pertama, Iskandar memilih melon premium varietas Adinda. Hasil yang diperoleh belum sesuai harapan karena tanaman menghadapi cuaca ekstrem dan serangan hama.

“Musim pertama saya tanam melon Adinda. Karena cuaca terbuka dan ada serangan hama, hasilnya belum maksimal. Omzet yang didapat sekitar Rp3 juta,” katanya.

Belajar dari pengalaman tersebut, Iskandar melakukan evaluasi dan mengganti varietas yang ditanam. Pada musim tanam kedua, ia memilih melon lokal yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan di rooftop.

Saat ini tanaman melon yang dibudidayakan telah berusia 16 hari dan menunjukkan pertumbuhan yang baik. Jika cuaca mendukung hingga masa panen, Iskandar memperkirakan omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp7 juta.

Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, Iskandar menerapkan sistem irigasi tetes atau drip irrigation. Menariknya, teknologi tersebut dipelajari secara mandiri melalui berbagai video edukasi di YouTube.

“Saya belajar sendiri dari internet, terutama YouTube. Sistem irigasi tetes ini membuat pemberian air dan nutrisi lebih teratur sehingga tanaman tumbuh lebih optimal,” ungkapnya.

Keberhasilan Iskandar mengembangkan kebun melon hidroponik di atas rumah juga menarik perhatian lingkungan sekitar. Kini, ia dipercaya menjadi pengelola kebun melon hidroponik milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Menurut Iskandar, aktivitas bertani tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebugaran di usia senja.

“Selain menambah penghasilan, merawat tanaman juga membuat badan tetap bergerak dan sehat. Saya berharap ini bisa menginspirasi anak-anak muda agar tidak ragu memanfaatkan lahan yang ada untuk bertani,” tuturnya.

Kisah Iskandar menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berinovasi. Dengan kreativitas dan kemauan belajar, ruang sempit sekalipun dapat diubah menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut