KMN Entok Hilang Kontak di Perairan Kangean, 20 Nelayan Asal Lamongan Masih Dicari
BRONDONG, iNewsLamongan.id - Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok dilaporkan hilang kontak setelah berlayar menuju Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hingga kini kapal yang membawa 20 nelayan asal Lamongan tersebut belum kembali ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong dan keberadaannya masih dalam pencarian.
Laporan hilangnya kontak KMN Entok diterima Satpolairud Polres Lamongan pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB dari Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, bersama pemilik kapal, Andik.
Berdasarkan laporan tersebut, KMN Entok yang dinakhodai S bersama 19 anak buah kapal (ABK) berangkat dari PPN Brondong menuju Perairan Pulau Kangean untuk menangkap ikan. Namun hingga kini kapal belum kembali, padahal dalam kondisi normal kapal biasanya sudah sandar setelah sekitar 18 hari melaut.
Menindaklanjuti laporan itu, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur bersama anggotanya langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, serta Syahbandar PPN Brondong guna melakukan pencarian dan pemantauan terhadap keberadaan kapal beserta seluruh awaknya.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid mengatakan koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.
"Begitu menerima laporan dari pihak pemilik kapal, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, dan Syahbandar PPN Brondong," ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh nelayan maupun kapal yang melintas di sekitar Perairan Kangean agar segera melapor apabila mengetahui atau melihat keberadaan KMN Entok.
"Sinergi ini dilakukan agar proses pencarian dapat berjalan maksimal. Kami berharap seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," tambah Hamzaid.
Polres Lamongan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait hingga proses pencarian KMN Entok selesai.
Editor : Abdul Wakhid