Terdampak Banjir Bengawan Jero, Ratusan Siswa di Lamongan Gotong Royong Bersihkan Enceng Gondok
Ratusan siswa dan guru di Kabupaten Lamongan turun langsung ke sungai untuk membersihkan enceng gondok yang menutup aliran Sungai Bengawan Jero. Aksi gotong royong ini dilakukan karena jalur sungai menjadi satu-satunya akses transportasi warga dan pelajar akibat jalan poros desa terendam banjir.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Rabu (7/1/2026). Ratusan siswa bersama guru dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Khozainul Ulum membersihkan hamparan enceng gondok yang menutup rapat aliran sungai desa setempat.
Dengan peralatan seadanya, para siswa dan guru bahu-membahu menyingkirkan tanaman gulma air yang selama ini menghambat arus sungai. Bahkan, sebagian siswa dan guru terpaksa menceburkan diri ke sungai demi mempercepat proses pembersihan enceng gondok yang sulit diangkat.
Ketua LP Ma’arif NU Khozainul Ulum, Ahmad Daman Huri, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus respons atas lumpuhnya jalur transportasi air warga.
“Enceng gondok yang menutup sungai membuat aktivitas warga dan siswa terganggu. Sungai ini menjadi jalur utama karena jalan desa sudah tidak bisa dilalui akibat banjir luapan Bengawan Jero,” ujarnya.
Meski menguras tenaga, aksi bersih-bersih sungai ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka mengaku tetap bersemangat meski harus turun langsung ke sungai demi membuka kembali akses menuju sekolah.
“Sulit, tapi kami senang bisa ikut membantu. Kalau sungai bersih, kami bisa berangkat sekolah dengan lebih mudah,” ujar Atifah, salah satu siswi peserta kegiatan.
Hal senada disampaikan siswa lainnya, Zahiro dan Elsa, yang menyebut kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Selain membersihkan aliran sungai, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi karakter bagi para siswa, khususnya dalam menanamkan pentingnya menjaga ekosistem sungai demi keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah rawan banjir Bengawan Jero.
Editor : Abdul Wakhid