get app
inews
Aa Text
Read Next : Pedagang Jajanan Lebaran di Pasar Baru Lamongan Keluhkan Sepinya Pembeli

Tinjau Banjir Lamongan, BNPB Fokus Pompanisasi karena Belum Ada Solusi Permanen

Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:10 WIB
header img
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan (dua dari kiri), meinjau salah satu wilayah terdampak banjir di Kecamatan Glagah, Jumat (20/2/2026). (Foto: Istimewa).

DEKET, iNewsLamongan.id - Kondisi banjir Lamongan di kawasan Bengawan Jero hingga kini belum memiliki langkah penyelesaian permanen. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Budi Irawan, saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Jumat (20/2/2026).

Dalam kunjungannya, Budi didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes.

Banjir Lamongan Sudah Berlangsung Tiga Bulan

Menurut Budi Irawan, banjir yang menggenangi wilayah Bengawan Jero merupakan banjir tahunan yang telah berlangsung sekitar tiga bulan, sejak November 2025.

“Yang jelas kita belum bisa melaksanakan langkah-langkah permanen untuk menyelesaikan banjir ini. Karena ini banjir tahunan. Kurang lebih sudah tiga bulan sejak November. Saat ini kita lakukan langkah kedaruratan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan banjir Lamongan saat ini masih berfokus pada upaya jangka pendek melalui optimalisasi pompa air guna mengurangi tinggi muka air (TMA).

BNPB Tambah Pompa Besar 500 Liter per Detik

Saat ini, di lokasi terdampak tersedia 16 pompa kecil dan dua pompa besar. Untuk mempercepat surutnya genangan, BNPB berencana menambah satu hingga dua unit pompa besar jenis mobile pump dengan kapasitas 500 liter per detik.

“Pompa besar ini diharapkan bisa mempercepat penurunan banjir di wilayah Lamongan,” jelas Budi.

Penambahan pompa tersebut menjadi strategi utama dalam penanganan banjir Lamongan, mengingat kondisi geografis kawasan Bengawan Jero yang memiliki perbedaan elevasi air.

Selisih Ketinggian Air 66 Sentimeter

Bupati Yuhronur Efendi menyebut, hingga saat ini masih terdapat selisih ketinggian air sekitar 66 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan air tidak dapat mengalir keluar secara maksimal.

“Langkah yang bisa kita lakukan sekarang adalah pompa. Untuk mengurangi dengan cara lain, efeknya terhadap penurunan air hanya sedikit. Karena itu kita optimalkan pompanisasi,” katanya.

Menurut Pak Yes, dukungan tambahan pompa besar dari BNPB diharapkan mampu mempercepat proses pengeringan wilayah terdampak banjir Lamongan.

Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak

Selain peninjauan, BNPB juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama genangan belum sepenuhnya surut.

Pemerintah daerah berharap dalam beberapa hari ke depan intensitas hujan tidak terlalu tinggi agar debit air yang masuk ke kawasan Bengawan Jero dapat lebih terkendali.

Belum Ada Solusi Permanen Banjir Lamongan

Pernyataan BNPB ini menegaskan bahwa hingga kini belum ada solusi permanen untuk mengatasi persoalan banjir Lamongan di kawasan Bengawan Jero. Penanganan masih bersifat respons darurat melalui pompanisasi dan bantuan logistik.

Masyarakat pun diimbau tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air, terutama jika curah hujan kembali tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut