get app
inews
Aa Text
Read Next : Tinjau Banjir Lamongan, BNPB Fokus Pompanisasi karena Belum Ada Solusi Permanen

Banjir Lamongan Naik Lagi, Warga Terdampak 3 Bulan Keluhkan Bantuan Minim

Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:18 WIB
header img
Korban banjir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, berkeluh kesah pada Forkopimda Lamongan. (Foto: Istimewa)

DEKET, iNewsLamongan.id - Sempat menunjukkan tren penurunan tinggi muka air (TMA), banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan kembali merangkak naik pada Jumat (20/2/2026). Warga terdampak mengaku bantuan yang diterima selama tiga bulan terakhir masih sangat terbatas.

Kenaikan debit air dipicu oleh tingginya intensitas hujan serta meluapnya kawasan Bengawan Jero. Kondisi ini membuat warga yang sejak November 2025 terdampak banjir semakin tertekan, terutama dari sisi ekonomi.

Istiana, warga Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, mengatakan air sempat surut sebelum akhirnya kembali naik akibat hujan deras.

"Sebelumnya sudah surut dan sekarang naik lagi. Selama banjir ini alat transportasinya pakai perahu," ujarnya saat ditemui bersama warga lainnya.

Keluhan juga disampaikan Rita Sugiarto, warga Desa Sidomulyo lainnya. Ia menilai bantuan yang diterima warga tidak sebanding dengan lamanya masa terdampak banjir. Selain itu, sektor ekonomi warga yang mayoritas berprofesi sebagai petambak ikut lumpuh.

"Dapat bantuan telong kilo beras (tiga kilo beras), panen kami juga gagal. Ambyar, mulai tebar benih sampai sekarang nggak dapat apa-apa," ucapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Meluke, Kecamatan Deket. Ia menyatakan pihaknya akan mengambil langkah kedaruratan untuk mempercepat penyusutan air.

Menurutnya, langkah permanen belum bisa dilakukan karena banjir tersebut merupakan banjir tahunan yang sudah berlangsung sejak November. Dalam waktu dekat, BNPB akan menambah satu hingga dua unit pompa berkapasitas besar guna mempercepat penurunan debit air.

Selain itu, pihaknya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak akan menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.

Banjir yang telah merendam sejumlah wilayah Lamongan selama tiga bulan ini memicu desakan warga agar pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dapat bersinergi menghadirkan solusi jangka panjang agar bencana tahunan ini tidak terus berulang.

 

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut