Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Kalitengah Lamongan Bangun Jembatan Darurat 70 Meter
KALITENGAH, iNewsLamongan.id - Warga Dusun Waru dan Dusun Pandantoyo, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, membangun jembatan darurat dari bambu secara swadaya setelah terisolasi banjir selama lebih dari dua bulan.
Banjir yang disebabkan luapan Sungai Bengawan Jero merendam seluruh akses jalan utama desa, memaksa warga bergantung pada transportasi perahu untuk beraktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong warga bergotong royong membangun jembatan darurat sepanjang 70 meter dengan lebar sekitar satu meter.
Pembangunan jembatan darurat dilakukan pada Selasa (27/1/2026) siang, melibatkan puluhan warga terdampak banjir. Jembatan bambu ini menjadi akses vital bagi warga dan pelajar untuk keluar masuk desa tanpa harus menerobos genangan air.
Penggerak aksi pembangunan jembatan darurat, Mohammad Hasib, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan inisiatif murni warga demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Selama ini warga harus naik perahu untuk sekolah, bekerja, dan beraktivitas. Dengan jembatan darurat ini, anak-anak sekolah dan warga bisa beraktivitas lebih aman tanpa menerobos banjir,” ujar Mohammad Hasib.
Hasib menambahkan, jembatan darurat ini bersifat sementara sambil menunggu banjir benar-benar surut dan adanya perhatian dari pemerintah terkait pembangunan akses permanen.
Sementara itu, salah seorang warga Dusun Waru, Zainal Abidin, mengaku sangat terbantu dengan adanya jembatan darurat tersebut.
“Sekarang sudah jauh lebih mudah. Tidak perlu lagi naik perahu, terutama untuk anak-anak sekolah,” katanya.
Hingga kini, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di wilayah Lamongan dilaporkan mulai berangsur surut. Ketinggian air yang sebelumnya mencapai 80 sentimeter kini turun menjadi sekitar 40 hingga 60 sentimeter, meski masih menggenangi sejumlah wilayah permukiman dan persawahan.
Editor : Abdul Wakhid