Matang di Pohon dan Dicari Pembeli, Durian Lamongan Bertahan di Musim Hujan
LAREN, iNewsLamongan.id - Curah hujan tinggi yang mengguyur Lamongan sepanjang musim ini menjadi ujian berat bagi para pekebun durian. Produksi tak maksimal akibat banyaknya bunga yang rontok.
Namun di tengah keterbatasan itu, pemasaran durian justru melesat. Perkasa Farm di Desa Brangsi, Kecamatan Laren, menjadi salah satu buktinya.
Kebun durian milik Sholahudin ini nyaris tak pernah sepi pembeli. Setiap hari, durian matang di pohon habis diserbu pelanggan yang datang langsung dari berbagai daerah, mulai Sidoarjo, Surabaya, hingga Semarang.
“Kalau soal pemasaran, Alhamdulillah enggak ada masalah. Justru tiap hari kita kekurangan durian. Belum pernah kita kirim ke luar kebun, pembeli datang sendiri,” ujar Sholahudin, Selasa (3/2/2026).
Di balik ramainya pasar, tantangan besar tetap dirasakan. Tingginya curah hujan membuat bunga durian yang sempat tumbuh subur, banyak yang gugur sebelum menjadi buah.
“Kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya, memang agak berat. Bunga kemarin bagus sekali, tapi hujan besar bikin banyak yang rontok,” kata pria yang akrab disapa Kaji Sholah itu.
Meski begitu, ketekunan dan pengalaman panjang menjadi kunci Perkasa Farm tetap menghasilkan durian berkualitas. Dari lahan seluas 23 hektare dengan total 2.500 pohon, sekitar 1.200 pohon sudah berhasil dipanen tahun ini.
Durian-durian itu dibiarkan matang alami di pohon, tanpa panen potong. Salah satunya durian bawor berukuran besar, hampir seukuran kelapa, dengan berat lebih dari lima kilogram.
“Kita nunggu jatuh sendiri dari pohon. Ini bukti kalau dengan semangat, kemauan, dan pengelolaan yang tepat, hasilnya bisa luar biasa,” ujarnya sambil menunjuk durian yang menggantung rendah.
Kaji Sholah menilai, hujan deras bukan semata hambatan, melainkan juga membawa berkah tersendiri bagi kebun. Kualitas rasa durian tetap terjaga, legit, dan diminati pasar.
“Walaupun hujannya besar, Alhamdulillah tetap ada keberkahan,” tuturnya.
Kesuksesan Perkasa Farm tak ingin ia nikmati sendiri. Sholahudin membuka ruang pendampingan bagi petani sekitar yang ingin menanam durian, sekaligus membuktikan bahwa Lamongan yang dikenal bersuhu panas tetap mampu menghasilkan durian premium.
“Kita siap mendampingi, berbagi ilmu. Kita buktikan durian Lamongan bisa berkualitas dan punya nilai jual tinggi,” tegasnya.
Untuk harga, Perkasa Farm menawarkan berbagai varietas sesuai selera pasar. Durian Duri Hitam dibanderol Rp350 ribu per buah, Musang King Rp300 ribu per kilogram, Bawor Rp120 ribu per kilogram, dan Montong Rp80 ribu per kilogram.
Di tengah cuaca yang tak sepenuhnya bersahabat, Perkasa Farm menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan pengelolaan yang tepat, durian Lamongan tetap menjadi primadona pasar.
Editor : Abdul Wakhid