Akses Terputus Akibat Banjir, Harga Sembako di Kalitengah Lamongan Melonjak
KALITENGAH, iNewsLamongan.id - Banjir di kawasan Bengawan Jero Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Kondisi ini berdampak pada terputusnya aksen jalan darat. Salah satunya akses menuju Dusun Dukun, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, terputus total.
Genangan banjir yang cukup dalam menutup satu-satunya jalur transportasi warga. Jalan utama desa kini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut membuat konektivitas warga dengan wilayah luar terhambat.
Untuk tetap beraktivitas, warga terpaksa menggunakan perahu sebagai sarana transportasi utama. Sebagian lainnya nekat berjalan kaki menerjang banjir demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Terputusnya akses jalan ini memberikan dampak serius terhadap perekonomian masyarakat. Jalur distribusi barang terganggu, sehingga stok kebutuhan pokok di tingkat pedagang mulai menipis. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga sembako yang cukup signifikan.
Warga mengungkapkan, harga berbagai kebutuhan dapur mengalami kenaikan drastis, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per item dibandingkan harga normal sebelum banjir.
Kepala Dusun Bojoasri, Suparjo, membenarkan situasi sulit yang dialami warganya. Menurutnya, keterisolasian wilayah membuat biaya angkut barang menjadi lebih mahal, sehingga berdampak langsung pada harga jual.
“Banjir sudah berjalan dua bulan. Ekonomi warga terdampak, harga sembako dan kebutuhan lainnya mengalami kenaikan. Akses jalan terendam dan hanya bisa dilewati dengan perahu,” ujar Suparjo, Jumat (16/1/2026).
Ia menambahkan, terganggunya akses menuju pasar membuat pasokan barang tersendat dan menyebabkan harga kebutuhan melonjak tajam.
“Sembako saat ini naik sangat signifikan, harga kebutuhan naik sampai Rp5.000 hingga Rp7.000 per item karena akses keluar masuk terganggu,” tambahnya.
Hingga kini, debit air di kawasan Bengawan Jero masih dilaporkan tinggi. Data sementara mencatat lebih dari 10 ribu jiwa terdampak banjir, dengan 2.736 rumah terendam, 3.958 hektare lahan pertanian terdampak, serta 63 lembaga pendidikan ikut terendam banjir.
Warga Dusun Dukun berharap adanya bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, sekaligus penanganan darurat agar akses jalan segera pulih dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.
Editor : Abdul Wakhid