get app
inews
Aa Text
Read Next : Jalur Penghubung Sukodadi–Paciran Terendam Banjir, Warga Minta Penanganan Darurat

Ratusan Santri Lamongan Blokade Jalan Protes Banjir Bengawan Jero yang Tak Kunjung Surut

Rabu, 11 Maret 2026 | 09:22 WIB
header img
Aksi Ratusan santri di jalan raya Sungelebak Karanggeneng yang sempat membuat lalu-lintas macet. (Foto: Abdul Wakhid)

KARANGGENENG, iNewsLamongan.id – Ratusan santri dan mahasiswa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi untuk memprotes lambannya penanganan banjir yang hingga kini masih merendam sejumlah wilayah, Selasa sore (10/3/2026).

Aksi tersebut dilakukan di ruas jalan Desa Simo Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, yang hingga saat ini masih terendam air akibat luapan Sungai Bengawan Jero.

Para peserta aksi yang didominasi santri dari Pondok Pesantren Matholiul Anwar Simo Sungelebak turun ke jalan dengan membawa spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam menangani banjir yang berkepanjangan.

Tidak hanya membawa spanduk, para santri juga melakukan aksi simbolis dengan membawa ember untuk menguras air banjir yang menggenangi jalan.

Dalam aksinya, massa juga sempat melakukan blokade di jalan provinsi yang melintas di Desa Simo Sungelebak. Aksi tersebut membuat arus lalu lintas di jalur tersebut sempat mengalami kemacetan.

Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas harus memperlambat laju kendaraan karena jalan dipenuhi oleh peserta aksi.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi banjir yang sudah berlangsung cukup lama namun dinilai belum mendapatkan penanganan yang maksimal dari pemerintah daerah.

Koordinator lapangan aksi, Maulana Arif, mengatakan aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kekecewaan masyarakat terhadap kondisi banjir yang tak kunjung teratasi.

Menurutnya, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero telah berlangsung hampir empat bulan dan hingga kini masih merendam sejumlah wilayah di Lamongan.

“Kami turun ke jalan karena banjir ini sudah hampir empat bulan, tetapi belum ada penanganan yang benar-benar terasa bagi masyarakat. Kami berharap pemerintah lebih serius dalam menyelesaikan masalah ini,” ujar Maulana Arif di sela-sela aksi.

Ia menjelaskan, banjir tidak hanya merendam rumah warga tetapi juga berdampak besar pada aktivitas masyarakat.

Banyak warga yang kesulitan beraktivitas karena jalan desa maupun jalan utama masih tergenang air.

Banjir yang terjadi di wilayah Lamongan merupakan dampak dari meluapnya Sungai Bengawan Jero.

Hingga saat ini genangan air masih terjadi di sedikitnya enam kecamatan di wilayah tersebut.

Keenam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Kalitengah, Turi, Karanggeneng, Glagah, Karangbinangun, dan Kecamatan Deket.

Ketinggian air banjir di sejumlah lokasi bervariasi, mulai dari sekitar 40 sentimeter hingga mencapai 80 sentimeter.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi warga yang tinggal di daerah yang paling terdampak.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut