get app
inews
Aa Text
Read Next : Banjir di Lamongan Ganggu Distribusi MBG, Ratusan Ompreng Dievakuasi Pakai Perahu

Ribuan Rumah Terdampak Banjir, Pemkab Lamongan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:27 WIB
header img
Warga berusah menerobos banjir di kawasan bengawan jero Kecamatan Kalitengah. Foto: iNewsLamongan.id/Ist

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir menyusul meluasnya genangan akibat luapan Bengawan Jero. Hingga Rabu (14/1/2026), tercatat 2.736 rumah di 27 desa terendam, dengan jumlah warga terdampak mencapai 10.672 jiwa.

Sekretaris Daerah Lamongan, Moh Nalikan, mengatakan penetapan status darurat dilakukan setelah elevasi air di Bendungan Blawi meningkat hingga level 78, yang memicu genangan di enam kecamatan.

“Dengan kondisi Bendungan Blawi yang sudah di angka 78, wilayah terdampak semakin luas. Karena itu, pemerintah daerah resmi memberlakukan status tanggap darurat,” ujar Nalikan.

Sebagai upaya penanganan awal, Pemkab Lamongan langsung mengerahkan petugas untuk melakukan pembersihan dan penyisiran sungai pembuang agar aliran air lebih lancar. Selain itu, seluruh desa terdampak diwajibkan mendirikan posko kesehatan siaga 24 jam.

“Posko kesehatan harus ada di setiap desa, baik melalui Puskesmas, Pustu, maupun bidan desa. Layanan kesehatan harus siap penuh untuk warga terdampak banjir,” tegasnya.

Di sisi pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan sembako mulai disalurkan secara bertahap, khususnya ke wilayah Kecamatan Turi, Kalitengah, dan Weduni. Pemkab juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur dan pemerintah pusat untuk mempercepat tambahan bantuan.

“Nantinya akan ada bantuan makanan cepat saji dari BPBD Provinsi. Kami juga sudah mengajukan 22 ton beras cadangan pangan pemerintah ke Badan Ketahanan Pangan Nasional dan tinggal menunggu persetujuan untuk penyaluran melalui Bulog,” jelas Nalikan.

Sementara itu, aktivitas pendidikan di wilayah terdampak dialihkan ke pembelajaran daring. Untuk membantu mobilitas warga, khususnya pelajar menuju pusat kota Lamongan, pemerintah daerah menyiagakan armada truk sebagai sarana transportasi sementara.

“Untuk anak-anak sekolah yang harus melintasi genangan, kami siapkan truk agar tetap bisa beraktivitas,” pungkasnya.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut