Sego Boran Masuk WBTb, Lamongan Tambah Daftar Warisan Budaya Nasional
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Kuliner tradisional khas Kabupaten Lamongan, Sego Boran, kini resmi menyandang status Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penetapan ini mempertegas posisi Sego Boran sebagai salah satu identitas budaya kuliner yang bernilai historis dan sosial bagi masyarakat Lamongan.
Sertifikat penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, dalam agenda Penyerahan Apresiasi Seniman dan Pelaku Budaya serta Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang digelar di Malang, Minggu (22/2/2026).
Pemerintah Kabupaten Lamongan memandang pengakuan ini bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan promosi serta pengembangan kuliner khas daerah agar mampu bersaing dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pelestarian budaya merupakan bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Dengan menjaga tradisi, daerah tidak hanya mempertahankan identitas, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan industri kreatif.
Sego Boran ditetapkan dalam kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Status ini menjadi bentuk pengakuan negara atas keberlanjutan praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan masih hidup di tengah masyarakat.
Lamongan sendiri sebelumnya telah memiliki sejumlah budaya yang lebih dulu diakui sebagai WBTb Indonesia. Di antaranya Kentrung, Jaran Jenggo, Mendhak Sanggring, serta Perahu Ijon-Ijon. Penambahan Sego Boran dalam daftar tersebut semakin mengukuhkan Lamongan sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan ekspresi budaya.
Dalam agenda yang sama, pemerintah juga menyerahkan tunjangan kehormatan kepada para Juru Pelihara Cagar Budaya. Insentif sebesar Rp1.500.000 diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga dan merawat situs-situs bersejarah.
Menutup acara, Mas Dirham mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membanggakan warisan budaya daerah. Ia menekankan bahwa identitas budaya merupakan kekuatan yang harus terus dirawat demi masa depan Lamongan.
Editor : Abdul Wakhid