Pedagang Jajanan Lebaran di Pasar Baru Lamongan Keluhkan Sepinya Pembeli
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah pedagang jajanan khas Lebaran di Pasar Baru Lamongan, Jawa Timur, mengeluhkan turunnya jumlah pembeli. Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya ramai sejak awal Ramadan.
Salah satu pedagang, Siti Maimunah, mengatakan omzet penjualan tahun ini menurun cukup drastis. Padahal, menjelang Lebaran biasanya permintaan jajanan seperti kue kering dan camilan khas meningkat tajam.
“Biasanya sejak sepuluh hari pertama Ramadan sudah mulai ramai pembeli. Tapi tahun ini sampai sekarang masih sepi,” kata Siti Maimunah saat ditemui di Pasar Baru Lamongan.
Menurutnya, turunnya daya beli masyarakat diduga dipengaruhi kondisi banjir akibat luapan Bengawan Jero yang belum surut. Banjir tersebut telah berlangsung lebih dari empat bulan dan berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan.
Akibat kondisi itu, banyak warga yang terdampak banjir harus mengutamakan kebutuhan pokok dibanding membeli jajanan Lebaran.
Para pedagang pun terpaksa memutar otak agar tetap bisa bertahan. Beberapa di antaranya mengurangi jumlah produksi dan mencoba menjual berbagai jenis jajanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Meski begitu, tradisi silaturahmi saat Lebaran tetap membuat sebagian warga tetap membeli jajanan, meskipun dalam jumlah yang tidak sebanyak biasanya.
Salah satu pembeli, Saiful Bahri, mengaku tetap menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli jajanan Lebaran sebagai bagian dari tradisi saat berkunjung ke rumah kerabat.
“Walaupun kondisi ekonomi sedang sulit karena banjir, tetap beli sedikit untuk suguhan tamu saat Lebaran,” ujarnya.
Baik pedagang maupun pembeli berharap banjir akibat luapan Bengawan Jero dapat segera surut. Dengan begitu, aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali normal dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung lebih baik.
Editor : Abdul Wakhid