LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Kawasan Kampung Kerapu di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi percontohan transformasi digital sektor perikanan melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Inovasi yang didorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini terbukti meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) ikan kerapu hingga 16 persen.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menghadiri panen raya budidaya ikan kerapu di kawasan tersebut, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya perikanan.
"Digitalisasi bukan barang yang menjadi hak kota-kota besar saja. Kekuatan ekonomi yang berada di daerah-daerah, termasuk Lamongan, juga harus mendapatkan manfaatnya," ujar Meutya.
Berdasarkan laporan awal pelaksanaan program selama lima bulan sejak Mei 2026, penerapan teknologi IoT dan AI di tambak kerapu Lamongan mencatatkan peningkatan survival rate hingga 16 persen. Capaian tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan petambak lebih dari 24 persen.
"Pendampingan diberikan secara gratis selama delapan bulan sebagai tahap awal. Kami pertimbangkan penambahan masa pendampingan selama empat bulan, sehingga total menjadi satu tahun agar pemanfaatan teknologi ini makin optimal," kata Meutya.
Sementara itu, Kampung Kerapu di Desa Labuhan merupakan kawasan budidaya perikanan dengan luas lebih dari 300 hektare. Kawasan yang mulai dikembangkan sejak 2023 tersebut kemudian dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Lamongan pada 2025.
Hasil budidaya ikan kerapu dari kawasan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga telah menembus pasar ekspor, salah satunya Hong Kong.
Kolaborasi Pemkab Lamongan dengan Ditjen Ekosistem Digital Komdigi diwujudkan melalui bantuan 100 perangkat IoT dan lima sensor untuk memantau kondisi air serta kadar oksigen di tambak.
"Dengan sentuhan ibu jari, petambak sudah bisa memantau kondisi tambaknya dari rumah. Ini tentu memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan budidaya," kata Yuhronur.
Yuhronur berharap penerapan teknologi digital di Kampung Kerapu dapat terus berkelanjutan. Selain meningkatkan produktivitas dan pendapatan petambak, inovasi tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda dan kalangan milenial untuk terjun mengembangkan usaha perikanan budidaya.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait
