Persela U-17 Tersingkir di Stadion Surajaya, Kalah Dramatis 2-3 dari Mojokerto Putra
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Perjalanan Persela Lamongan U-17 di ajang Soeratin U-17 Piala Gubernur Jawa Timur 2026 harus berakhir di babak 16 besar. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Surajaya Lamongan, Kamis (3/9/2026), Laskar Joko Tingkir Muda kalah tipis 2-3 dari Mojokerto Putra U-17.
Persela sempat menunjukkan semangat juang tinggi dengan bangkit setelah tertinggal dua gol. Namun, kesalahan saat kehilangan bola di lini tengah pada babak kedua dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan balik yang berujung gol penentu kemenangan.
Mojokerto Putra tampil efektif sejak awal pertandingan. Tim tamu membuka keunggulan melalui Disca Mahardika Pratama pada menit ke-18.
Keunggulan Mojokerto Putra kemudian bertambah pada menit ke-33. Fathur Rizqi berhasil mencatatkan namanya di papan skor dan membuat Persela tertinggal 0-2.
Persela baru mampu memperkecil ketertinggalan menjelang berakhirnya babak pertama. Ahmad Az-zuhri mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-44, sehingga skor berubah menjadi 1-2 hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Persela tampil lebih agresif. Tekanan terus diberikan kepada lini pertahanan Mojokerto Putra dan permainan tuan rumah perlahan mulai mendominasi jalannya pertandingan.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Ahmad Ronaldzaki berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan kembali membuka peluang Persela untuk membalikkan keadaan.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri para pemain Persela meningkat. Laskar Joko Tingkir Muda semakin gencar menyerang demi mencari gol ketiga.
Namun, saat tengah berupaya menekan, Persela justru kehilangan penguasaan bola di area tengah. Situasi itu langsung dimanfaatkan Mojokerto Putra untuk melakukan serangan balik cepat.
Disca Mahardika Pratama kembali menjadi pembeda. Pemain Mojokerto Putra tersebut melakukan aksi individu, menembus pertahanan Persela, sebelum melepaskan tembakan yang membawa timnya kembali unggul 3-2.
Persela terus berusaha menyamakan skor pada sisa pertandingan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Kemenangan tersebut mengantarkan Mojokerto Putra U-17 melaju ke babak delapan besar. Sementara Persela U-17 harus mengakhiri perjuangannya di kompetisi tersebut.
Manajer Persela U-17, Erwin Sulistyo Pambudi, menilai pertandingan berlangsung menarik. Meski kecewa dengan hasil akhir, ia mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu bangkit setelah tertinggal dua gol.
"Pertandingan cukup menarik antara Persela dan Mojokerto. Memang kami belum beruntung terkait hasilnya. Ya, inilah pertandingan, jadi memang harus ada kalah menang," kata Erwin seusai pertandingan.
Menurutnya, Persela sebenarnya mampu tampil baik dan menguasai jalannya pertandingan, terutama setelah memasuki babak kedua.
"Sebetulnya secara permainan kita sudah bagus, sudah mendominasi. Tapi ya itulah pertandingan, ada kalah dan menang," ujarnya.
Erwin menegaskan kegagalan melangkah ke babak berikutnya bukan akhir dari proses pembinaan pemain muda Persela. Kompetisi Soeratin disebutnya menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemain menuju jenjang yang lebih tinggi.
"Tapi ke depannya kita bina adik-adik kita yang U-17 ini untuk persiapan di jenjang yang lebih tinggi, entah itu EPA atau nanti ikut Popda maupun Porprov," tuturnya.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dan tim dalam meningkatkan pembinaan pemain muda Persela.
"Ini adalah pembinaan dan juga ikut kompetisi. Semoga nanti hasil dari sini akan menjadi koreksi kami sebagai manajemen untuk ke depannya lebih baik," pungkas Erwin.
Editor : Abdul Wakhid