4 Kiper Berebut Posisi Utama Persela, Bima Sakti Punya Kriteria Khusus
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Persaingan memperebutkan posisi penjaga gawang utama Persela Lamongan dipastikan semakin ketat menjelang bergulirnya Championship 2026/2027. Pelatih Bima Sakti menyiapkan kriteria khusus untuk menentukan siapa yang paling layak berdiri di bawah mistar.
Persela kini memiliki empat penjaga gawang. Mereka adalah Rafli Mahreza, Aryandy Widiansyah, Leonel Yasa Sasmita, serta Eko Prasetyo yang baru didatangkan dari Persiku Kudus.
Kehadiran Eko diharapkan membuat kompetisi internal semakin sengit. Di sisi lain, tambahan tersebut juga memberikan opsi lebih banyak bagi Bima Sakti sepanjang musim kompetisi.
"Sama seperti (musim) kemarin, punya 4 (kioer), 3 yang pelapis kiper pertama, termasuk satu pemain regulasi (U-21), anak asli Lamongan," kata Bima, Selasa (18/8/2026).
Dari empat kiper tersebut, Rafli Mahreza menjadi salah satu kandidat kuat karena musim lalu dipercaya sebagai pilihan utama. Sementara Eko Prasetyo juga memiliki pengalaman kompetitif setelah menjadi bagian dari Persiku Kudus dan tampil dalam enam pertandingan musim lalu.
Kiper yang pernah menjadi bagian dari Tim PON Jawa Timur itu sebelumnya juga tercatat pernah memperkuat Persik Kediri dan Persikab Bandung.
Adapun Aryandy Widiansyah datang dengan pengalaman membawa Persika Karanganyar melaju hingga babak perempat final Liga 3 nasional musim lalu.
Meski tiga nama tersebut memiliki pengalaman lebih, Bima Sakti memastikan Leonel Yasa Sasmita tetap mempunyai kesempatan yang sama. Kiper yang merupakan produk Akademi Persela itu akan bersaing secara terbuka dengan tiga seniornya.
Penentuan kiper utama nantinya tidak semata-mata berdasarkan reputasi atau pengalaman pertandingan. Performa selama latihan dan penilaian dari pelatih penjaga gawang akan menjadi salah satu pertimbangan utama.
Bima juga memiliki standar tersendiri terkait kemampuan penjaga gawang yang dibutuhkannya. Menurut dia, kiper modern harus mampu berkontribusi dalam permainan ketika tim menguasai bola.
Artinya, seorang penjaga gawang tidak cukup hanya memiliki refleks dan kemampuan menghentikan tembakan lawan. Kemampuan memainkan bola dengan kaki, membantu proses build up, serta mendukung penguasaan bola juga menjadi aspek penting.
"Yang pasti punya kemampuan teknik, skill sebagai kiper. Saya butuh build up, possesion progresif, tidak hanya jago tangkap bola, tapi juga jago di kaki," pungkasnya.
Dengan empat opsi yang tersedia, persaingan di posisi penjaga gawang Persela diprediksi menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dipantau sebelum kompetisi Championship 2026/2027 bergulir.
Editor : Abdul Wakhid