Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Puncak Anugerah HUT IJTI ke-28, Insan Media Diingatkan Jaga Kualitas Informasi
Advertisement . Scroll to see content

Wafat di Usia 85 Tahun, Kiai Abdul Aziz Khoiri Tinggalkan Warisan Dakwah dan Pendidikan

Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:56 WIB
  • author Ahmad Zainuri
Wafat di Usia 85 Tahun, Kiai Abdul Aziz Khoiri Tinggalkan Warisan Dakwah dan Pendidikan
Suasana di sekitar rumah duka, di Gang Ababil, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, Jumat (26/6/2026). (Foto: Istimewa)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Ulama kharismatik sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Ma'ruf, KH Abdul Aziz Khoiri, meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB dalam usia 85 tahun.

Kepergian sosok yang akrab disapa Kiai Aziz itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, dan masyarakat. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai ulama yang sederhana, istiqamah dalam berdakwah, serta konsisten membina pendidikan Islam di Lamongan.

Kiai Aziz lahir di Desa Tanggungan, Kecamatan Glagah, pada 21 April 1941. Ia merupakan putra pasangan KH Ahmad Khoiri dan Nyai Kasni.

Sepanjang hidupnya, Kiai Aziz mengabdikan diri untuk pengembangan pendidikan Islam melalui Pondok Pesantren Al-Ma'ruf yang didirikannya. Dari pesantren tersebut lahir banyak santri yang kini berkiprah di berbagai daerah.

Selain aktif berdakwah, Kiai Aziz juga memiliki rekam jejak panjang di bidang organisasi dan politik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Lamongan serta menjadi anggota DPRD Lamongan selama periode 1971 hingga 2000.

Di bidang keagamaan, Kiai Aziz dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan selama tiga periode sejak 2012 hingga masa khidmat yang seharusnya berakhir pada 2027.

Putra ketujuh almarhum, Muhammad Chusnul atau Gus Chusnul, mengatakan kondisi sang ayah sempat membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar satu pekan.

"Beliau sempat pulang karena kondisinya membaik, bahkan terlihat sehat," ujarnya.

Namun, kondisi kesehatan Kiai Aziz kembali menurun pada Kamis siang hingga akhirnya wafat pada Jumat pagi. Menurut Gus Chusnul, beberapa hari terakhir ayahnya terus menanyakan kapan hari Jumat tiba.

"Sejak Selasa beliau sering bertanya kapan hari Jumat. Biasanya beliau selalu melaksanakan salat Jumat," kenangnya.

Sebelum berpulang, Kiai Aziz juga menyampaikan pesan kepada keluarga agar seluruh anak-anaknya tetap menjaga persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan.

"Pesan beliau sederhana, anak-anak harus tetap rukun," kata Gus Chusnul.

Sejak kabar wafatnya tersebar, ratusan pelayat terus berdatangan ke rumah duka di Lingkungan Kranggan, Gang Ababil, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, untuk memberikan penghormatan terakhir.

Jenazah almarhum dijadwalkan disalatkan di Masjid Agung Lamongan usai Salat Ashar sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum.

Editor: Abdul Wakhid

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut