get app
inews
Aa Text
Read Next : Eks RS Covid-19 Lamongan Dialihfungsikan Jadi Puskesmas Kusuma Bangsa, Ini Alasannya

Content Creator dan Pelaku Bisnis Digital Jadi Sasaran Baru Sensus Ekonomi 2026 di Lamongan

Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB
header img
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melepas 1.258 petugas sensus ekonomi tahun 2026. (Foto: Istimewa)

LAMONGAN,iNewsLamongan.id - Perkembangan pesat ekonomi digital membuat Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan memperluas cakupan pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026. Untuk pertama kalinya, pelaku usaha berbasis platform digital, termasuk content creator, menjadi bagian dari sasaran pendataan resmi pemerintah.

Pendataan yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 tersebut melibatkan 1.258 petugas yang akan mendatangi pelaku usaha secara langsung di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan.

Kepala BPS Kabupaten Lamongan, Hermanto, menjelaskan bahwa perubahan pola ekonomi masyarakat dalam satu dekade terakhir menjadi alasan utama perluasan cakupan sensus. Jika pada pelaksanaan sebelumnya fokus pendataan lebih banyak menyasar usaha konvensional, kini aktivitas ekonomi digital turut dihitung sebagai bagian penting dalam struktur perekonomian daerah.

Menurut Hermanto, berbagai usaha yang beroperasi melalui platform digital memiliki kontribusi ekonomi yang semakin besar sehingga perlu tercatat secara akurat dalam basis data nasional.

Petugas sensus akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun lokasi usaha. Karena itu, masyarakat diminta memberikan informasi yang benar dan lengkap agar hasil sensus mampu menggambarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Data yang terkumpul nantinya akan menjadi landasan pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi selama beberapa tahun ke depan. Mulai dari sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan hingga jasa akan masuk dalam cakupan pendataan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif menyukseskan sensus tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan data yang akurat.

Menurutnya, hasil sensus akan menjadi fondasi penting dalam merancang arah pembangunan daerah sekaligus mendukung penyusunan kebijakan nasional berbasis data.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mengungkapkan capaian positif ekonomi Lamongan. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan pada Triwulan I 2026 mencapai 10,79 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Timur.

Selain itu, angka kemiskinan ekstrem juga menunjukkan tren penurunan. Dari sebelumnya 0,61 persen, kini berhasil ditekan menjadi 0,26 persen. Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan iklim usaha dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut