get app
inews
Aa Text
Read Next : Persela Lamongan Menang 1-0 atas PSPS Pekanbaru, Dendy Sulistyawan Jadi Penentu

Ekspor Lamongan Digenjot di Tengah Kenaikan Nilai Dolar AS, UMKM Siap Tembus Pasar Global

Rabu, 10 Juni 2026 | 19:35 WIB
header img
Pelepasan simbolis truk kontainer berisi komoditas unggulan menuju sejumlah negara tujuan ekspor. (Foto: M Bangkit)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan membidik kenaikan volume ekspor sebesar 10 persen pada 2026 melalui gelaran Eksportiva 2026. Target tersebut dinilai semakin relevan di tengah menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah yang berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor nasional di pasar global.

Strategi yang ditempuh pemerintah daerah tidak hanya memperkuat sektor industri besar, tetapi juga mendorong integrasi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam rantai pasok ekspor. Selain itu, hilirisasi sektor perikanan dan agribisnis terus dipacu agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan masuknya investasi industri ke Lamongan harus menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi standar pasar internasional.

Menurutnya, sejumlah produk UMKM Lamongan mulai mendapat perhatian eksportir, terutama komoditas olahan pangan seperti bumbu dapur dan pasta bumbu siap pakai yang memiliki peluang besar untuk dipasarkan ke berbagai negara.

"Artinya kita memiliki banyak produk UMKM yang sebenarnya sangat potensial untuk diekspor. Event ini kita harapkan mampu menggairahkan dan mendorong produk-produk Lamongan agar bisa menembus pasar global, sehingga turut menyumbangkan devisa bagi negara," kata Yuhronur saat membuka Eksportiva 2026 di Sport Center Lamongan, Rabu (10/6/2026).

Dari sisi ekonomi, penguatan dolar AS memberikan keuntungan bagi eksportir karena penerimaan devisa dalam mata uang asing menjadi lebih besar ketika dikonversi ke rupiah. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan margin usaha sekaligus mendorong ekspansi pasar luar negeri bagi pelaku industri dan UMKM berorientasi ekspor.

Sektor agribisnis dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekspor Lamongan. Kawasan Pantai Utara (Pantura) Lamongan selama ini berkembang sebagai sentra industri pengolahan hasil laut yang produknya telah menembus berbagai pasar internasional.

Sebagai simbol penguatan aktivitas perdagangan luar negeri, Pemkab Lamongan melepas lima truk kontainer berisi komoditas unggulan menuju sejumlah negara tujuan ekspor. Langkah ini diharapkan memperbesar kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan perolehan devisa.

"Kita harapkan ada peningkatan. Setidaknya sekitar 10 persen produk-produk Lamongan bisa lebih banyak diekspor ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar global," tambahnya.

Eksportiva 2026 diikuti empat perusahaan besar, yakni PT Bumi Menara Internusa, PT Builyed Indonesia, PT Shoetown Mustika Indonesia, dan PT Quality Work. Sejumlah UMKM lokal seperti Koko Nono, Kirana Food, Tikar Ansa, dan Paradila juga turut memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas akses pasar internasional.

Komoditas manufaktur, perikanan, serta industri kreatif asal Lamongan dijadwalkan memenuhi permintaan dari 10 negara tujuan utama, yakni Jepang, China, Amerika Serikat, Thailand, Australia, Hong Kong, Filipina, Kanada, Malaysia, dan Singapura.

Dengan kombinasi penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan momentum menguatnya dolar AS, Pemkab Lamongan optimistis target kenaikan ekspor sebesar 10 persen pada tahun ini dapat tercapai.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut