Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dinkes Lamongan: Belum Ada Kasus Covid-19 Terkonfirmasi, Tapi Tetap Waspada
Advertisement . Scroll to see content

Pasien Meninggal, Keluarga Keluhkan Rujukan Puskesmas Sukodadi Dinkes Lamongan Beri Penjelasan

Selasa, 08 September 2026 | 17:10 WIB
  • author Abdul Wakhid
Pasien Meninggal, Keluarga Keluhkan Rujukan Puskesmas Sukodadi Dinkes Lamongan Beri Penjelasan
Keluarga berziarah ke makam Teguh,warga Desa Sidogembul Kecamatan Sukodadi. (Foto: Istimewa)

SUKODADI, iNewLamongan.id - Viral di media sosial seorang warga pasien BPJS meninggal setelah tiga kali ditolak saat meminta rujukan ke Puskesmas Kecamatan Sukodadi pada Senin (7/9/2026). Pasien yang meninggal tersebut bernama Teguh, warga Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Keluarga menilai proses tersebut terkesan mempersulit dan komunikasi petugas dinilai kurang baik.

Keluhan itu disampaikan Kaswadi, ibu mertua almarhum Teguh. Ia mengatakan Teguh sebelumnya mendadak sakit dan sempat mendapatkan perawatan di Klinik Sartika, termasuk pemasangan infus, sebelum kemudian dibawa ke Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Lamongan.

Menurut Kaswadi, keluarga kemudian mendapat informasi untuk mengurus surat rujukan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yakni Puskesmas Sukodadi. Namun, saat mendatangi Puskesmas dengan membawa dokumen atau rekapan perawatan dari rumah sakit, keluarga mengaku surat rujukan tidak diberikan.

"Setelah dari rumah sakit diminta ke Puskesmas untuk minta surat rujukan. Tapi dari Puskesmas tidak bisa memberikan, alasannya pasien belum pernah dirawat di Puskesmas," ujar Kaswadi, Selasa (8/9/2026).

Dalam kondisi panik, keluarga meminta bantuan Kepala Desa Sidogembul yang disebut sempat menghubungi Kepala Puskesmas Sukodadi. Namun, menurut keluarga, persoalan belum terselesaikan dan mereka mengaku harus mendatangi Puskesmas hingga tiga kali untuk meminta surat rujukan.

Siti Nur Jannah, kakak ipar almarhum Teguh, mengatakan keluarga telah menunjukkan rekapan perawatan dari RSI NU Lamongan kepada petugas. Namun, menurut pengakuannya, pihak Puskesmas tetap tidak dapat mengeluarkan surat rujukan karena pasien sebelumnya tidak mendapatkan penanganan di fasilitas tersebut.

Keluarga mengaku tidak bermaksud mempermasalahkan prosedur administrasi. Mereka hanya berharap prosedur dapat dijelaskan dengan komunikasi yang baik, terutama ketika keluarga sedang menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan medis.

"Keinginan kami, pasien jangan dilempar-lempar. Kalau memang ada prosedurnya, kami bisa mengikuti. Tapi tolong dijelaskan dengan baik, jangan sampai keluarga yang sedang panik malah merasa dipersulit," ujar Kaswadi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dr. Indra Sani, menjelaskan pasien dalam kondisi gawat darurat atau emergency dapat langsung mendapatkan penanganan di rumah sakit tanpa harus membawa surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Untuk kasus gawat darurat dan sudah ditangani di rumah sakit, itu tidak perlu lagi dibutuhkan rujukan dari faskes pertama,” ujarnya.

Sementara itu, staf Puskesmas Sukodadi, dr. Heni Puspitasari, menjelaskan pasien tersebut terakhir tercatat datang ke Puskesmas pada 2023 untuk pemeriksaan pranikah. Menurutnya, pada kasus tersebut keluarga meminta rujukan ketika pasien sudah berada di rumah sakit dan telah mendapatkan penanganan di unit gawat darurat, sehingga surat rujukan dari FKTP tidak lagi diperlukan.

Terkait keluhan keluarga mengenai pelayanan dan komunikasi petugas, Heni mengakui kemungkinan terjadi miskomunikasi dalam situasi tersebut. Ia mengatakan persoalan itu akan menjadi bahan evaluasi Puskesmas Sukodadi untuk meningkatkan pelayanan dan komunikasi kepada masyarakat. Sementara itu, Teguh akhirnya meninggal dunia di RSI NU Lamongan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Penyebab pasti meninggalnya belum diketahui, meski keluarga mengaku menerima informasi adanya kemungkinan kondisi tersebut berkaitan dengan diabetes.

Editor: Abdul Wakhid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut