get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemenag Lamongan Siapkan Langkah Edukasi Cegah LGBT di Lingkungan Pendidikan

SPPG Sukomulyo Lamongan Berhenti Beroperasi, Diduga Dipicu Konflik Internal Pemilik Lama

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:23 WIB
header img
SPPG Sukomulyo di jalan Mastrip Lamongan yang berhenti beroprasi. (Foto: Istimewa)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukomulyo, Lamongan, mendadak berhenti beroperasi sejak Minggu (8/6/2026) sore. Penutupan fasilitas tersebut diduga dipicu konflik internal keluarga pemilik lama yang berujung pada penjualan aset bangunan.

Bangunan SPPG diketahui telah dijual kepada seorang pembeli bernama Sadak untuk melunasi utang bank. Setelah proses serah terima selesai, bangunan langsung digembok dan dipasangi banner penutup di bagian depan.

Sadak mengaku memperoleh informasi dari pihak Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bahwa operasional SPPG sebelumnya berjalan normal. Namun, diduga terjadi persoalan rumah tangga terkait pengelolaan dan pembagian pendapatan harian yang memengaruhi kondisi keuangan pemilik lama.

"Ada masalah internal antara pemilik lama dengan suaminya. Uang operasional harian SPPG diduga masuk ke suaminya. Intinya ada problem rumah tangga," ujar Sadak saat ditemui awak media, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemilik lama kesulitan membayar cicilan utang Rekening Koran (RK) yang telah jatuh tempo. Sebelum memutuskan menjual bangunan, pemilik lama disebut sempat meminta bantuan kepada yayasan yang menaungi SPPG, namun tidak menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi.

Karena tidak memiliki pemasukan yang cukup untuk memenuhi kewajiban keuangan, bangunan tersebut akhirnya dijual kepada Sadak dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 miliar.

Penutupan mendadak SPPG Sukomulyo sempat mengejutkan para pengurus lapangan SPPI. Pasalnya, mereka telah membeli bahan makanan untuk kebutuhan operasional hari berikutnya.

Pihak SPPI bahkan sempat mengajukan permohonan kepada Sadak agar diberikan waktu dua minggu sebelum bangunan ditutup. Namun, setelah melakukan pertemuan dan pembahasan bersama, permohonan tersebut akhirnya dibatalkan dan mereka menerima keputusan penyegelan.

Meski operasional SPPG Sukomulyo saat ini terhenti, Sadak menyatakan berkomitmen mengaktifkan kembali fasilitas tersebut sebagai pusat pelayanan pemenuhan gizi agar manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut