Pasca Lebaran, Harga Ayam di Lamongan Tak Kunjung Turun
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Harga daging ayam di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, hingga kini masih bertahan tinggi di angka Rp45.000 per kilogram untuk ayam potong, meski perayaan Idulfitri telah usai.
Kondisi tersebut terpantau di Pasar Sidoharjo, Kecamatan Kota Lamongan, Jum'at (27/3/2026), di mana harga ayam belum kembali ke level normal seperti hari-hari biasa. Padahal, dalam kondisi normal, harga ayam potong umumnya berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp36.000 per kilogram.
Berdasarkan pantauan di lapangan, memang terjadi penurunan harga dibandingkan saat puncak H-1 Lebaran. Namun, penurunan tersebut dinilai belum signifikan karena harga masih tergolong tinggi. Saat ini, ayam potong dijual Rp45.000 per kilogram, sementara ayam petelur atau ayam merah mencapai Rp55.000 per kilogram.
Salah satu pedagang ayam di Pasar Sidoharjo, Khusnul Khotimah, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tahun ini cukup terasa, terutama menjelang hari raya.
"Waktu H-1 itu ayam potong sampai Rp50.000, kalau ayam petelur (ayam merah) Rp60.000 per kilonya," ujar Khusnul.
Ia menduga, tingginya harga tidak hanya dipicu oleh lonjakan permintaan saat Lebaran, tetapi juga karena faktor pasokan dari peternak yang tidak stabil.
"Mungkin karena mau Lebaran, tapi bisa juga karena gagal panen gara-gara faktor cuaca. Jadi kenaikan itu kemungkinan dari petani yang gagal panen itu," tambahnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga. Halimah, salah satu pembeli, mengaku keberatan dengan harga ayam yang masih tinggi.
"Alah, harganya kok terlalu mehong (mahal). Ah, terlalu mahal, ini dua kali lipat," keluhnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pangan agar tidak semakin membebani masyarakat.
"Ya harapannya bisa turun harganya, stabil seperti sebelum Hari Raya. Kalau mahal begini, sulit cari uang," pungkas Halimah.
Editor : Abdul Wakhid