get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Lamongan Tutup Pasar Hewan untuk Tekan Kasus PMK

PMK Masih Ditemukan di Lamongan, DPKH Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:13 WIB
header img
Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan memeriksa kesehatan hewan kurban. (Foto: Istimewa)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Meski kasus PMK di Lamongan masih tergolong terkendali, peternak dan pedagang hewan kurban diminta tetap waspada.

Kepala DPKH Lamongan, Shofiah Nurhayati mengatakan, kasus PMK masih ditemukan pada sejumlah ternak. Namun mayoritas kasus terjadi pada hewan yang belum mendapatkan vaksinasi maupun sapi yang baru didatangkan dari luar daerah.

“PMK saat ini masih ada, tetapi masih terkendali. Kebanyakan yang terkena adalah hewan yang belum divaksin dan berasal dari pembelian baru,” kata Shofiah kepada wartawan.

DPKH memastikan daging hewan kurban tetap aman dikonsumsi selama kondisi hewan sehat dan penanganannya sesuai standar kesehatan hewan. Hewan yang pernah terpapar PMK juga harus dipastikan sembuh total sebelum disembelih.

Selain itu, bagian tertentu seperti jeroan, kaki, dan area mulut harus dimasak hingga matang untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.

“Kalau hewan yang terkena PMK harus sembuh dulu. Untuk bagian tertentu terutama jeroan dan bagian yang sakit wajib dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk menekan penyebaran PMK, DPKH Lamongan memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Lamongan. Hewan yang terindikasi sakit diwajibkan menjalani isolasi dan dipisahkan dari ternak sehat sebelum diperjualbelikan.

“Hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan sehat karena PMK mudah menular,” jelasnya.

Selain PMK, DPKH juga mewaspadai penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada sapi. Hewan yang mengalami gejala bentol-bentol diwajibkan dipotong paling akhir dan dipisahkan dari ternak sehat saat proses penyembelihan kurban.

Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan dan pasar hewan. Pemeriksaan dijadwalkan mulai 17 Mei di wilayah Kabuh yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang, kemudian berlanjut pada 21 Mei di Balongpanggang untuk memantau lalu lintas ternak menuju Pasar Tikung.

Shofiah menambahkan, DPKH terus melakukan pengobatan terhadap ternak sakit serta vaksinasi bagi hewan sehat menjelang Iduladha. Peternak diminta segera melapor apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala penyakit.

“Kami terus melakukan pengobatan dan vaksinasi. Peternak juga kami minta segera melapor jika ada sapi sakit agar segera ditangani,” pungkasnya.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut