20 Tahun Dipasung, Sukirno Kini Mulai Tersenyum di Pondok Rehabilitasi Lamongan
Sepekan berada di lingkungan pondok, perubahan pada diri Kirno mulai tampak jelas. Sikap agresif yang dulu kerap muncul kini berganti dengan raut wajah yang lebih tenang. Bahkan, hal sederhana seperti ucapan terima kasih menjadi tanda kemajuan yang berarti.
“Sekarang kalau diberi makan, Kirno selalu mengucapkan terima kasih,” kata Ipda Purnomo dengan nada haru.
Tak hanya kondisi psikis, fisik pria berusia 60 tahun itu juga terus mengalami peningkatan. Kirno kini mulai mampu berjalan sendiri untuk beraktivitas, tanpa harus selalu bergantung pada bantuan orang lain.
Ia juga mulai mengikuti kegiatan spiritual yang menjadi bagian dari program pemulihan di pondok, termasuk menjalankan salat lima waktu berjamaah. Aktivitas tersebut menjadi sarana penting untuk menumbuhkan ketenangan batin dan rasa aman bagi para penghuni pondok.
Di tempat yang dipenuhi sesama penyintas gangguan mental itu, Kirno akhirnya merasakan rasa diterima. Lingkungan yang penuh empati membuatnya merasa aman dan nyaman, sesuatu yang nyaris tak pernah ia rasakan selama puluhan tahun terakhir.
Kisah Sukirno menjadi potret nyata bahwa dengan penanganan yang tepat, kesabaran, dan kepedulian, para penyintas gangguan mental masih memiliki harapan untuk kembali menjalani hidup yang lebih bermartabat.
Editor : Abdul Wakhid