20 Tahun Dipasung, Sukirno Kini Mulai Tersenyum di Pondok Rehabilitasi Lamongan
BABAT, iNewsLamongan.id - Dua puluh tahun hidup dalam keterikatan rantai dan ruang sempit meninggalkan luka mendalam bagi Sukirno (60). Pria asal Kabupaten Ponorogo itu nyaris kehilangan harapan, hingga akhirnya takdir membawanya ke Pondok Yayasan Berkas Abadi Bersinar, Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.
Sukirno, atau akrab disapa Kirno, selama dua dekade harus menjalani hidup dalam kondisi pasung akibat gangguan mental yang dialaminya. Hari-harinya dipenuhi keterasingan, amarah, dan keterbatasan, jauh dari kehidupan yang layak sebagai manusia.
Namun semuanya mulai berubah sejak Kirno dievakuasi ke Lamongan oleh Ipda Purnomo, pembina Yayasan Berkas Abadi Bersinar, pada Rabu (28/1/2026). Sejak saat itu, lembaran baru perlahan terbuka bagi Kirno.
Di pondok rehabilitasi yang menampung para penyintas gangguan mental tersebut, Kirno mendapatkan perawatan intensif. Mulai dari pendampingan medis, pemeriksaan dokter spesialis jiwa, hingga pemenuhan gizi yang sebelumnya tak pernah ia rasakan secara layak.
“Kirno sudah dua kali menjalani pemeriksaan dokter spesialis jiwa. Selain itu, kami juga menggunakan metode ruqyah selama sepekan ini,” ujar Ipda Purnomo, Rabu (4/2/2026).
Perawatan yang konsisten dan lingkungan yang lebih manusiawi perlahan meredam gejolak emosi Kirno. Sosok yang dulu dikenal temperamental dan sulit didekati, kini mulai menunjukkan perubahan yang signifikan.
Editor : Abdul Wakhid