get app
inews
Aa Text
Read Next : Lamongan Jadi Pilot Project Armada KDKMP, 50 Truk Tahap Pertama Mulai Didistribusikan

20 Tahun Dipasung, Sukirno Kini Mulai Tersenyum di Pondok Rehabilitasi Lamongan

Rabu, 04 Februari 2026 | 15:06 WIB
header img
Sukirno mendapat bimbingan intensif di pondok yayasan Berkas Abadi milik Ipda Purnomo di Nguwok Babat. (Foto: Istimewa)

BABAT, iNewsLamongan.id - Dua puluh tahun hidup dalam keterikatan rantai dan ruang sempit meninggalkan luka mendalam bagi Sukirno (60). Pria asal Kabupaten Ponorogo itu nyaris kehilangan harapan, hingga akhirnya takdir membawanya ke Pondok Yayasan Berkas Abadi Bersinar, Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.

Sukirno, atau akrab disapa Kirno, selama dua dekade harus menjalani hidup dalam kondisi pasung akibat gangguan mental yang dialaminya. Hari-harinya dipenuhi keterasingan, amarah, dan keterbatasan, jauh dari kehidupan yang layak sebagai manusia.

Namun semuanya mulai berubah sejak Kirno dievakuasi ke Lamongan oleh Ipda Purnomo, pembina Yayasan Berkas Abadi Bersinar, pada Rabu (28/1/2026). Sejak saat itu, lembaran baru perlahan terbuka bagi Kirno.

Di pondok rehabilitasi yang menampung para penyintas gangguan mental tersebut, Kirno mendapatkan perawatan intensif. Mulai dari pendampingan medis, pemeriksaan dokter spesialis jiwa, hingga pemenuhan gizi yang sebelumnya tak pernah ia rasakan secara layak.

“Kirno sudah dua kali menjalani pemeriksaan dokter spesialis jiwa. Selain itu, kami juga menggunakan metode ruqyah selama sepekan ini,” ujar Ipda Purnomo, Rabu (4/2/2026).

Perawatan yang konsisten dan lingkungan yang lebih manusiawi perlahan meredam gejolak emosi Kirno. Sosok yang dulu dikenal temperamental dan sulit didekati, kini mulai menunjukkan perubahan yang signifikan.

Sepekan berada di lingkungan pondok, perubahan pada diri Kirno mulai tampak jelas. Sikap agresif yang dulu kerap muncul kini berganti dengan raut wajah yang lebih tenang. Bahkan, hal sederhana seperti ucapan terima kasih menjadi tanda kemajuan yang berarti.

“Sekarang kalau diberi makan, Kirno selalu mengucapkan terima kasih,” kata Ipda Purnomo dengan nada haru.

Tak hanya kondisi psikis, fisik pria berusia 60 tahun itu juga terus mengalami peningkatan. Kirno kini mulai mampu berjalan sendiri untuk beraktivitas, tanpa harus selalu bergantung pada bantuan orang lain.

Ia juga mulai mengikuti kegiatan spiritual yang menjadi bagian dari program pemulihan di pondok, termasuk menjalankan salat lima waktu berjamaah. Aktivitas tersebut menjadi sarana penting untuk menumbuhkan ketenangan batin dan rasa aman bagi para penghuni pondok.

Di tempat yang dipenuhi sesama penyintas gangguan mental itu, Kirno akhirnya merasakan rasa diterima. Lingkungan yang penuh empati membuatnya merasa aman dan nyaman, sesuatu yang nyaris tak pernah ia rasakan selama puluhan tahun terakhir.

Kisah Sukirno menjadi potret nyata bahwa dengan penanganan yang tepat, kesabaran, dan kepedulian, para penyintas gangguan mental masih memiliki harapan untuk kembali menjalani hidup yang lebih bermartabat.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut