LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Kembalinya suporter ke tribun Stadion Surajaya Lamongan pada kompetisi musim 2026/2027 diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan kedewasaan dan tidak mengulangi kejadian kerusuhan di Tuban yang berujung sanksi larangan penonton selama satu musim penuh.
Himbauan tersebut disampaikan salah satu figur penting dalam perjalanan Persela Lamongan, Masfuk. Ia berharap seluruh elemen suporter dapat menjadikan sanksi yang dijalani Persela pada musim lalu sebagai pelajaran dan bahan introspeksi bersama.
Seperti diketahui, Persela kembali dapat menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran suporter setelah terbebas dari sanksi selama satu musim penuh. Sanksi tersebut merupakan buntut dari kerusuhan di Tuban pada kompetisi musim 2024/2025.
Masfuk menegaskan, kehadiran suporter di stadion bukan sekadar pelengkap pertandingan. Suporter merupakan bagian penting dari klub yang memiliki peran besar dalam menjaga semangat tim saat berlaga di lapangan.
"Suporter itu boleh lah mau berbeda-beda dalam satu naungan. Tapi ketika itu membela Persela, maka itu rohnya harus sama. Roh sama itu, pada waktu menang dan pada waktu kalah, itu harus tetap memberikan semangat," kata Masfuk, Rabu (9/9/2026).
Menurut Masfuk, dukungan suporter memiliki pengaruh besar terhadap performa pemain, terutama dari sisi nonteknis. Gemuruh dukungan dari tribun dapat melecut semangat para pemain untuk memberikan penampilan terbaik dalam setiap pertandingan.
"Karena suporter itu salah satu bahan bakar dalam suatu tim. Pemain bisa semangat dengan adanya suporter yang gegap gempita, yang tidak pernah lelah memberikan dukungan," ujarnya.
Ia menilai, dukungan suporter bahkan dapat menjadi faktor penting ketika tim sedang mengalami penurunan semangat dalam pertandingan yang berjalan sulit.
"Kemudian tim yang kadangkala di perjalanan pertandingan itu menghadapi kelesuan, itu juga bisa diberikan semangat oleh suporter. Maka itu suporter menjadi faktor utama juga di lapangan," kata Masfuk menambahkan.
Masfuk menyadari kekecewaan menjadi hal yang tidak dapat dihindari ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Namun, menurutnya, rasa kecewa tidak seharusnya menjadi alasan bagi suporter untuk melakukan tindakan anarkis.
Menurut pria yang menjabat Bupati Lamongan selama dua periode, yakni 2000 hingga 2010 tersebut, tindakan anarkis justru akan memperburuk keadaan dan merugikan seluruh elemen klub, termasuk para suporter sendiri.
"Maka dari itu, suporter harus punya sikap bahwa menang ataupun kalah, itu kita harus konsisten memberikan semangatnya," tuturnya.
Masfuk berharap kembalinya suporter ke Stadion Surajaya dapat menjadi awal yang lebih baik bagi perjalanan Persela. Ia meminta para pendukung Laskar Joko Tingkir untuk menjaga keutuhan, menyatukan semangat, dan tidak mengulangi peristiwa yang pernah membuat mereka kehilangan kesempatan mendukung tim secara langsung di stadion.
"Karena namanya pertandingan, itu bisa kalah bisa menang. Iya kan? Nah, itulah pentingnya kesadaran bersama teman-teman suporter untuk melakukan satu keutuhan hati ya, kesamaan pikiran, dan menyatukan semangat," pungkasnya.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait
