LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Sebanyak 91 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Lamongan berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Dari jumlah tersebut, 44 desa masuk kategori kritis dan 47 desa kategori langka air.
Berdasarkan pemetaan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, potensi kekeringan tersebut mencakup 168 dusun. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah seiring puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026.
BPBD Lamongan pun telah melakukan dropping air bersih ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air. Hingga Selasa (18/8/2026), bantuan air bersih telah menjangkau 9 kecamatan, 15 desa, dan 22 dusun dengan total penerima manfaat sebanyak 3.095 kepala keluarga (KK).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan, laporan, serta permintaan dari wilayah terdampak.
"Untuk mendukung distribusi tersebut, BPBD Lamongan menyiapkan lima armada truk tangki. Selain itu, disiapkan pula logistik pendukung berupa tandon air, terpal, dan jerigen untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak," kata Sugeng kepada detikJatim, Selasa (18/8/2026).
Menurut Sugeng, pemetaan potensi kekeringan menjadi dasar bagi BPBD Lamongan untuk menentukan prioritas penanganan dan melakukan pemantauan kondisi wilayah.
"Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi BPBD Lamongan dalam menentukan prioritas penanganan, pemantauan kondisi wilayah, serta penyusunan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kekeringan," papar Sugeng.
BPBD Lamongan memastikan pemantauan kondisi wilayah terus dilakukan. Penanganan dan dropping air bersih akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan air.
Selain distribusi air bersih, BPBD juga mengaktifkan Posko Siaga Kekeringan dan Pusdalops sebagai pusat pemantauan, koordinasi, penerimaan informasi, dan penanganan kejadian kekeringan.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
"Desa bisa mengajukan permohonan air bersih ke BPBD Lamongan melalui pemerintah kecamatan," ungkapnya.
Sugeng menambahkan, Pemkab Lamongan telah melakukan langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026. Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air.
"Dropping air bersih secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan, laporan, dan permintaan dari wilayah terdampak," pungkasnya.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait
