LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Bermain di hadapan ribuan suporter tuan rumah, anak asuh Bima Sakti menunjukkan mentalitas kuat dan tidak gentar menghadapi tekanan Barito Putera. Laskar Joko Tingkir mampu meredam agresivitas tuan rumah sekaligus memanfaatkan peluang untuk mengamankan kemenangan.
Gol penentu kemenangan Persela tercipta pada menit ke-80. Dendy Sulistiyawan sukses memaksimalkan peluang melalui sundulan kepala yang gagal diantisipasi lini pertahanan Barito Putera. Gol tersebut sekaligus membungkam pendukung tuan rumah dan memastikan Persela membawa pulang tiga poin dari Banjarmasin.
Memasuki babak kedua, Persela meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Setelah unggul, Laskar Joko Tingkir memperkuat pertahanan untuk menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
"Oleh sebab itu, babak kedua tadi kita agak lebih naik ke depan. Begitu kita gol, ya pasti kita akan bertahan. Dan itu saya pikir setiap tim pasti melakukan itu," kata Bima Sakti dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Kemenangan atas Barito Putera memperpanjang tren positif Persela pada awal musim ini. Dari empat pertandingan yang telah dijalani, Persela berhasil meraih empat kemenangan dan mengoleksi 11 poin, sekaligus belum kebobolan satu gol pun.
Catatan tersebut menjadi bukti solidnya pertahanan Persela. Namun, Bima Sakti mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan pada pertandingan berikutnya diperkirakan semakin berat.
"Sampai di empat pertandingan tanpa kebobolan gol, saya pikir ini luar biasa. Itu tidak terlepas dari kekompakan, chemistry mereka di lapangan, komunikasi, dan tentunya ini tidak boleh membuat kami puas karena nanti pertandingan berikutnya akan lebih berat lagi," ujar Bima.
Di kubu tuan rumah, pelatih Barito Putera, Hendri Susilo, menyayangkan kegagalan anak asuhnya memaksimalkan sejumlah peluang, terutama pada babak pertama. Menurutnya, Barito memiliki kesempatan untuk mencetak gol, tetapi buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut terbuang percuma.
"Cuma yang jadi masalah, sekian banyak peluang, kita tidak bisa cetak gol, terutama di babak pertama. Lamongan hanya punya satu dua peluang, dia cetak gol. Itu masalahnya," kata Hendri Susilo.
Hendri mengakui efektivitas Persela dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Selain membenahi penyelesaian akhir, ia juga menyoroti konsentrasi lini pertahanan yang dinilai kerap menurun menjelang akhir pertandingan.
"Masalah kita selama beberapa match, selalu di akhir, di last minute pasti kurang konsentrasi," ujarnya.
Hasil positif di Banjarmasin menjadi modal penting bagi Persela untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Pada pekan kelima Liga Championship 2026/2027, Laskar Joko Tingkir dijadwalkan menjamu Deltras Sidoarjo dalam laga derby Jawa Timur di Stadion Surajaya, Lamongan.
Bermodalkan empat kemenangan beruntun dan pertahanan yang belum kebobolan, Persela berpeluang melanjutkan tren positif di hadapan pendukungnya sendiri. Meski demikian, konsistensi permainan dan ketajaman lini serang tetap menjadi faktor penting untuk menjaga posisi mereka dalam persaingan kompetisi musim ini.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait
