LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai akan menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan desa di Indonesia. Hal itu mengemuka dalam seminar pembangunan pedesaan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Senin (11/5/2026), yang menghadirkan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI Ahmad Riza Patria, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI Budiman Sudjatmiko, serta praktisi teknologi digital.
Dalam forum tersebut, Ahmad Riza Patria mengajak mahasiswa dan civitas akademika ikut aktif membangun desa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi digital. Menurutnya, pembangunan Indonesia ke depan harus dimulai dari desa agar mampu menjadi wilayah yang maju dan mandiri.
“Harapan bapak presiden, semua warga bangsa ikut membangun desa. Bangunkan desa agar menjadi maju dan mandiri. Karena itu ayo semua kembali ke desa dan bangun desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kembali ke desa bukan berarti seluruh masyarakat harus tinggal di desa. Namun, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi diharapkan tetap memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa melalui ilmu dan teknologi yang dimiliki.
Ahmad Riza juga menyoroti tiga persoalan utama yang masih dihadapi desa saat ini, yakni kualitas sumber daya manusia, infrastruktur yang belum memadai, serta keterbatasan pembiayaan pembangunan.
“Kita dapat mengatasi masalah desa dengan cara meningkatkan potensi desa dan mengatasi berbagai masalah desa,” katanya.
Sementara itu, Budiman Sudjatmiko menilai penguatan sumber daya manusia menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan kemiskinan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Menurutnya, kemiskinan saat ini tidak hanya dipicu persoalan klasik seperti minimnya lapangan pekerjaan, keterbatasan lahan pertanian, hingga akses permodalan, tetapi juga akibat disrupsi teknologi.
“Jangan sampai lahir kaum miskin baru dari kalangan terdidik. Jangan sampai muncul pengangguran baru yang terdidik karena ilmunya tidak mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.
Budiman menambahkan, penguasaan teknologi digital dan AI harus menjadi kemampuan tambahan generasi muda agar mampu bersaing di masa depan sekaligus menjadi solusi pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan.
Dalam kesempatan yang sama, Head of IT 0320 Cyberspirit, Ahmad Faizi, memaparkan pengembangan sistem keamanan digital berbasis teknologi pasca kuantum untuk menghadapi ancaman siber di masa depan.
Menurutnya, teknologi tersebut telah diterapkan dalam aplikasi komunikasi bernama Pena Messenger yang kini sudah tersedia di platform iOS.
“Kami sudah membangun dua sistem enkripsi pasca kuantum di Pena Messenger. Pertama adalah post quantum cryptography yang digunakan untuk pengamanan data dan transaksi digital, kemudian post quantum cyber crystal untuk mengantisipasi serangan siber di era quantum computing,” ujar Faiz.
Ia menambahkan, teknologi pasca kuantum tidak hanya berfokus pada keamanan data, tetapi juga efisiensi penggunaan infrastruktur dan energi digital.
“Tujuan utama teknologi pasca kuantum sesungguhnya adalah efisiensi besar-besaran. Ketika efisiensi itu tercapai, di situlah transformasi teknologi quantum benar-benar terjadi,” pungkasnya.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait
