Jelang Lebaran, Warga Lamongan Bertahan di Tengah Banjir 4 Bulan Akibat Luapan Bengawan Jero

Abdul Wakhid
Kondisi rumah warga terdampak banjir yang sudah berlangsung selama empat bulan terakhir. (Foto: Abdul Wakhid)

GLAGAH, iNewsLamongan.id - Warga di kawasan terdampak luapan Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terancam merayakan Idulfitri di tengah banjir yang tak kunjung surut. Memasuki bulan keempat, genangan air masih merendam permukiman dan akses jalan desa, membuat aktivitas warga semakin sulit.

Pantauan pada Minggu (8/3/2026) di Dusun Gendol, Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, menunjukkan kondisi jalan desa yang semakin berbahaya. Jalan beton yang terendam air selama berbulan-bulan kini dipenuhi lumut tebal sehingga sangat licin bagi kendaraan maupun pejalan kaki.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga berinisiatif memasang jaring plastik atau waring di sepanjang jalan yang tergenang. Cara sederhana tersebut dilakukan secara swadaya agar ban kendaraan maupun langkah kaki warga tidak mudah tergelincir.

Salah satu warga terdampak, Sutono, mengatakan kondisi jalan saat ini sangat membahayakan, terutama bagi warga yang harus beraktivitas setiap hari.

“Kondisi jalan sudah sangat licin karena terlalu lama terendam air. Kami akhirnya memasang jaring supaya warga yang lewat tidak terpeleset, apalagi yang membawa barang atau anak-anak,” ujarnya.

Selain harus menghadapi jalan yang licin, warga juga masih berjibaku dengan genangan air yang masuk ke rumah. Banyak warga terpaksa menggunakan pompa air milik pribadi untuk menguras air yang terus merembes ke dalam rumah mereka.

Banjir yang berlangsung selama sekitar empat bulan ini juga berdampak besar pada perekonomian masyarakat. Sawah dan tambak milik warga tidak dapat berproduksi karena terus terendam air.

Akibatnya, sebagian besar warga mengalami gagal panen dan kehilangan sumber penghasilan utama. Kondisi tersebut membuat mereka semakin khawatir menghadapi Hari Raya Idulfitri yang tinggal beberapa pekan lagi.

“Saat bulan puasa masih banjir, sekarang sudah mendekati Lebaran tapi air belum juga surut. Sawah dan tambak kami juga gagal panen. Kami hanya berharap banjir segera surut,” kata Sutono.

Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan akibat luapan Bengawan Jero. Mereka juga berharap air segera surut agar aktivitas masyarakat kembali normal sebelum Idulfitri tiba.

Sementara itu, hingga kini warga hanya bisa bertahan dengan berbagai cara seadanya untuk tetap beraktivitas di tengah kondisi banjir yang berkepanjangan.

Foto: Kondisi banjir yang telah berlangsung sekitar empat bulan di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, Lamongan.

Editor : Abdul Wakhid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network