Pendekatan Spiritual di Polres Lamongan, Tahanan Diajak Introspeksi di Momen Buka Puasa

M Bangkit Al Khuluq
Kapolres Lamongan memberikan tausiah kepada para penghuni tahanan Mapolres jelang buka bersama. (Foto: Istimewa)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Suasana berbeda tampak di ruang tahanan Polres Lamongan pada Selasa (24/2/2026) petang. Di tengah rutinitas penjagaan, kegiatan pembinaan rohani digelar dalam bentuk buka puasa bersama antara jajaran kepolisian dan para tahanan.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 17.40 hingga 18.40 WIB itu dipimpin langsung Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, didampingi Wakapolres Kompol Jodi Indrawan serta para Pejabat Utama (PJU). Momentum ini menjadi bagian dari pendekatan spiritual yang diinisiasi pimpinan kepolisian setempat selama bulan suci Ramadhan.

Alih-alih memenuhi sejumlah undangan buka puasa di luar, Kapolres memilih hadir dan berbagi hidangan sederhana bersama para tahanan. Menurutnya, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai introspeksi dan memperbaiki diri.

Dalam arahannya, Kapolres mengajak para tahanan memanfaatkan bulan suci sebagai kesempatan bertaubat dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan pentingnya taubatan nasuha agar setiap kesalahan masa lalu dapat menjadi pelajaran berharga.

“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa puasa yang dijalankan dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah SWT akan menjadi jalan penghapusan dosa-dosa yang telah lalu.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan tausiyah singkat dari Kapolres, kemudian berbuka puasa bersama. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan Sholat Magrib berjamaah sebelum menikmati santap malam secara sederhana.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari pembinaan moral dan pendekatan humanis kepada para pelanggar hukum yang tengah menjalani proses hukum. Melalui kegiatan spiritual seperti ini, diharapkan para tahanan memperoleh motivasi baru untuk berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Program pembinaan berbasis nilai keagamaan tersebut menjadi salah satu upaya membangun kesadaran diri serta memperkuat mental spiritual warga binaan selama berada di ruang tahanan.

Editor : Abdul Wakhid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network