LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Pemerintah Kabupaten Lamongan mengintensifkan langkah penanganan darurat banjir Bengawan Jero yang merendam 44 desa di lima kecamatan. Hingga Sabtu (17/1/2026), fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pangan, layanan kesehatan, serta keberlangsungan pendidikan bagi ribuan warga terdampak.
Wilayah yang menjadi prioritas penanganan meliputi Kecamatan Kalitengah, Glagah, Turi, Deket, dan Karangbinangun. Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyampaikan, pemerintah daerah telah menyalurkan 14,5 ton beras kepada 17.623 jiwa korban banjir.
“Target sementara distribusi bantuan pangan mencapai 24 ton. Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan tambahan cadangan beras segera tersedia,” ujar Dirham.
Berdasarkan data terkini, bantuan logistik telah menjangkau lebih dari 26 desa dari total desa terdampak. Proses pendataan terus diperbarui secara berkala melalui laporan pemerintah desa dan kecamatan agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran.
Selain pemenuhan kebutuhan pangan, layanan kesehatan gratis disiagakan di seluruh desa terdampak. Seluruh camat diminta tetap siaga untuk merespons cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Di sektor pendidikan, Pemkab Lamongan menerapkan skema pembelajaran fleksibel. Sekolah yang terdampak parah menjalankan pembelajaran daring, sementara sekolah yang masih memungkinkan tatap muka dibantu dari sisi transportasi.
“BPBD menyiapkan perahu karet, sedangkan Polres Lamongan mengerahkan armada truk untuk membantu mobilitas siswa,” jelas Dirham.
Untuk mempercepat surutnya genangan, pemerintah daerah mengoperasikan 14 unit pompa air di wilayah Babat, Kuro, dan Melik. Khusus di Kuro, jam operasional pompa diperpanjang dari semula pukul 08.00–16.00 WIB menjadi 07.00–20.00 WIB, dengan kapasitas total 9.500 liter per detik.
Pengoperasian pompa melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Dinas SDA Bina Konstruksi Lamongan, Dinas PUSDA Jawa Timur, hingga BBWS. Pemkab Lamongan memastikan evaluasi lapangan terus dilakukan untuk meringankan dampak banjir yang dirasakan masyarakat.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait
