Puncak Musim Hujan, Banjir Rendam Lima Kecamatan di Lamongan

M Bangkit Al Khuluq
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa berdialog dengan anak-anak saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Deket. Foto: iNewsLamongan.id/Ist

DEKET, iNewsLamongan.id- Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Lamongan seiring meningkatnya curah hujan pada puncak musim hujan awal tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan hingga Minggu siang (10/1/2026), mencatat genangan air terparah terjadi di lima kecamatan dengan dampak signifikan terhadap permukiman warga dan lahan produktif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M. Naim, mengungkapkan bahwa banjir merendam lebih dari seribu rumah warga serta menggenangi sekitar 12 ribu hektare sawah dan tambak. Lima kecamatan yang terdampak paling parah meliputi Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Akibat kejadian ini, total kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp4 miliar.

Untuk mengantisipasi meluasnya genangan, BPBD Lamongan terus mengoperasikan sistem pengendali banjir. Empat pompa utama di Bendungan Kuro serta pintu air Tambakombo dijalankan secara bergantian dan disesuaikan dengan kondisi debit air di lapangan.

“Kita terus lakukan antisipasi. Semua pompa di Kuro dan pintu air Tambakombo tetap difungsikan agar genangan tidak semakin meluas,” ujar M. Naim.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat merespons ancaman banjir yang berpotensi berulang. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan percepatan normalisasi kanal sungai sepanjang 9 kilometer sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi luapan air di kawasan Bengawan Jero.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan data BMKG Juanda, terjadi lonjakan curah hujan signifikan pada Januari 2026. Intensitas hujan yang sebelumnya hanya sekitar 20 persen pada Desember, meningkat menjadi 58 persen pada Januari, atau hampir tiga kali lipat. Kondisi ini diperkirakan kembali menurun menjadi 22 persen pada Februari.

“Tingginya curah hujan ini meningkatkan risiko luapan air di aliran Bengawan Jero yang melintasi lima kecamatan di Lamongan hingga bermuara ke Kabupaten Gresik. Karena itu, kami menyiapkan langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai,” kata Khofifah saat meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026).

Editor : Abdul Wakhid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network