Menjelang Lebaran, usaha pembuatan parcel hias di Lamongan mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. Salah satu perajin yang merasakan dampaknya adalah Tantratis Dias Taufani (39), warga Perumahan Tambora, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Meski harga bahan baku mengalami kenaikan, justru omzet penjualannya meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Tantra, begitu ia akrab disapa, mengungkapkan bahwa pesanan parcel tahun ini sangat bervariasi. Ia menawarkan paket-paket hias cantik yang dikemas dalam keranjang dengan berbagai pilihan isi seperti Monde, Tenggo, dan produk nabati lainnya. “Alhamdulillah, meskipun harga barang naik, omzet kami juga ikut naik tahun ini,” ungkapnya penuh syukur.
Setiap harinya, Tantra mampu memproduksi antara 50 hingga 80 parcel. Namun, untuk parcel besar yang membutuhkan lebih banyak waktu dan ketelitian, ia hanya bisa membuat sekitar 10 buah per hari.
Dari segi harga, parcel-parcel yang ia tawarkan cukup bervariasi, mulai dari Rp 85.000 hingga Rp 500.000. Bahkan, ada pula paket eksklusif seharga Rp 1 juta tergantung dari isi dan kemasan yang diinginkan pelanggan. Selain itu, ia juga menyediakan parcel tas dengan harga terjangkau mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 100.000 serta melayani penjualan kue kalengan, baik eceran maupun grosir.
Dengan semangat optimisme tinggi, Tantra berharap usahanya dapat terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. “Harapannya, tahun ini kami bisa mencapai omzet hingga 100 juta rupiah,” ujarnya penuh harap.
Fenomena peningkatan permintaan parcel jelang Lebaran ini menjadi angin segar bagi para perajin seperti Tantra. Mereka berharap tren positif ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sehingga usaha mereka dapat terus berkembang dan memberikan kepuasan terbaik bagi pelanggan.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait