Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Demi Fasilitas dan Kualitas Pendidikan Santri, DPRD Lamongan Dorong Perbup Pesantren
Advertisement . Scroll to see content

Peduli Karhutla dan Cuaca Ekstrem, 850 Siswa Sabilillah Lamongan Gelar Salat Istisqa

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:23 WIB
  • author Ahmad Zainuri
Peduli Karhutla dan Cuaca Ekstrem, 850 Siswa Sabilillah Lamongan Gelar Salat Istisqa
Salat istisqa atau salat meminta hujan dilaksanakan di lapangan sekolah Yayasan Pendidikan Sabilillah Lamongan pada Kamis siang (22/10/2026). (Foto: Ahmad Zainuri)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Sebanyak 850 siswa Yayasan Pendidikan Sabilillah Lamongan menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah cuaca panas ekstrem dan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kepedulian pelajar dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026).

Salat istisqa atau salat meminta hujan tersebut dilaksanakan di lapangan sekolah Yayasan Pendidikan Sabilillah Lamongan dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Peserta terdiri atas siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Sabilillah. Salat dipimpin langsung oleh penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lamongan.

Kepala MI Unggulan Sabilillah, Uswatun Hasanah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu cara yayasan memaknai Hari Santri Nasional melalui aksi nyata yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

"Pada Hari Santri Nasional ini, kami dari Yayasan Sabilillah, memaknainya dengan saling peduli terhadap sesama. Utamanya hari ini, kami melaksanakan salat istisqa dalam rangka meminta hujan," kata Uswatun.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat dikabulkan Allah SWT sehingga hujan segera turun dan kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah daerah bisa berangsur membaik.

Selain itu, turunnya hujan diharapkan dapat membantu meredakan kebakaran lahan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

"Kita mengetuk pintu langit. Semoga Allah menurunkan hujan dengan rahmat-Nya, kebakaran lahan dan cuaca yang hari ini sangat panas segera mereda, serta kita semua menjadi lebih peduli dengan sesama," ujarnya.

Menurut Uswatun, pelaksanaan salat istisqa tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa.

Uswatun menjelaskan, suhu udara yang panas membuat sejumlah aktivitas pembelajaran yang biasanya dapat dilakukan di luar ruangan harus dipindahkan ke dalam kelas demi menyesuaikan kondisi.

"Dengan cuaca yang panas ini, tentunya ada pengaruh terhadap proses belajar mengajar anak-anak. Kegiatan yang seharusnya bisa dilakukan di luar ruangan, sekarang harus dilakukan di dalam kelas," pungkasnya.

Pihak yayasan berharap kegiatan salat istisqa dalam momentum Hari Santri Nasional ini dapat memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian para siswa terhadap persoalan lingkungan dan bencana yang terjadi di berbagai daerah.

Editor: Abdul Wakhid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut