get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Sopir Mengantuk, Truk MBG Terguling di Babat Lamongan

Lapas Lamongan Pasok Selada untuk Program MBG, Warga Binaan Dilibatkan dalam Ketahanan Pangan

Senin, 01 Juni 2026 | 12:38 WIB
header img
Selada segar hasil budidaya warga binaan Lapas kelas II B Lamongan. (Foto:Abdul Wakhid)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung dalam penyediaan selada segar hasil budidaya warga binaan, Senin (1/6/2026).

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heri Sulistyo, mengatakan hasil pertanian yang dikelola warga binaan kini mulai disalurkan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan bahan baku SPPG Keduyung di Kabupaten Lamongan.

"Melalui program ketahanan pangan yang kami jalankan, selada yang dibudidayakan warga binaan sudah dapat dipanen dan disalurkan kepada mitra SPPG Keduyung di Lamongan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," ujar Heri.

Selain selada, Lapas Lamongan juga mengoptimalkan lahan produktif melalui pengembangan sektor pertanian dan perikanan. Program tersebut mencakup budidaya ikan patin, padi, hingga berbagai tanaman hortikultura. Bahkan, lapas telah dua kali melakukan panen ikan patin di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Menurut Heri, program ketahanan pangan ini tidak hanya bertujuan mendukung swasembada pangan daerah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif setelah bebas.

"Kami juga mengembangkan pertanian padi melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Untuk kebutuhan dapur lapas, sebagian sudah memanfaatkan hasil panen kangkung premium yang dibudidayakan warga binaan," katanya.

Saat ini, Lapas Lamongan tengah mengembangkan budidaya melon dan merencanakan pembangunan keramba untuk budidaya ikan lele. Dengan potensi lahan yang tersedia, pihak lapas membuka peluang kerja sama bagi investor maupun pihak ketiga untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Meski demikian, Heri mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga komoditas pertanian dan distribusi hasil perikanan yang perlu terus dicarikan solusi.

Sementara itu, perwakilan SPPG Keduyung, Elan Mahardika, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Lapas Lamongan menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan bahan pangan lokal sekaligus memberikan manfaat sosial bagi warga binaan.

Elan mengungkapkan, awal kerja sama bermula setelah dirinya melihat unggahan hasil budidaya selada di akun Instagram resmi Lapas Lamongan. Ketertarikan terhadap kualitas produk tersebut mendorongnya untuk melakukan kunjungan langsung.

"Saat datang ke lokasi, kami melihat potensi produksi yang sangat besar, mulai dari selada, kangkung hingga peternakan kambing. Ini menjadi potensi yang sangat strategis untuk mendukung kebutuhan kami," ujarnya.

Ia menjelaskan, selada merupakan salah satu komponen penting dalam menu MBG karena digunakan hampir di setiap porsi makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

"Saat ini kami melayani sekitar 2.300 penerima manfaat sehingga kebutuhan selada cukup besar dan harus tersedia secara rutin," kata Elan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, SPPG Keduyung berencana mengambil pasokan selada dari Lapas Lamongan secara berkala. Saat ini kebutuhan selada bersih yang dipasok mencapai sekitar 75 kilogram per minggu.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut