get app
inews
Aa Text
Read Next : Puncak Musim Hujan, Banjir Rendam Lima Kecamatan di Lamongan

Jalan dan Rumah Terendam, Banjir Bengawan Jero di Bojoasri Semakin Parah

Senin, 12 Januari 2026 | 12:18 WIB
header img
Para pelajar di Desa Bojoasri berangkat dan pulang sekolah menggunakan perahu sejak akses jalan terendam banjir. Foto: iNewsLamongan.id/Abdul Wakhid

KALITENGAH, iNewsLamongan.id - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, terus menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Hingga Senin siang (12/1/2026), genangan air yang telah bertahan hampir dua bulan justru semakin meninggi.

Pantauan di lapangan menunjukkan, ketinggian air di akses jalan utama desa mencapai sekitar 60 hingga 70 sentimeter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, terutama untuk mobilitas harian dan distribusi kebutuhan pokok. Tak hanya merendam jalan, banjir juga mulai memasuki kawasan permukiman warga.

Puluhan rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara sosial, tetapi juga ekonomi. Ratusan hektare lahan tambak milik warga dipastikan gagal panen akibat terendam air dalam waktu lama.

Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, termasuk gedung sekolah. Meski demikian, aktivitas pendidikan tetap berlangsung. Para siswa terpaksa berangkat sekolah dengan menembus genangan air setiap hari, meski risiko keselamatan mengintai.

Salah seorang siswa, Noval, mengaku kondisi tersebut sudah menjadi rutinitas. Ia mengatakan seragam sekolahnya hampir selalu basah karena harus melewati jalan licin dan tergenang air. Meski begitu, proses belajar tetap berjalan tanpa kebijakan libur sekolah.

Banjir berkepanjangan membuat warga Desa Bojoasri merasa terisolasi. Akses logistik tersendat, sementara bantuan dari pihak terkait dinilai belum dirasakan secara signifikan. Warga pun mulai menyuarakan keluhan dan harapan akan adanya perhatian serius dari pemerintah.

Makin, warga setempat, menyebut banjir sudah berlangsung lebih dari dua bulan dan air masuk hingga ke dalam rumah. Ia mengaku belum pernah menerima bantuan dan berharap ada solusi nyata, terutama peninggian jalan desa.

Warga Bojoasri berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil langkah konkret, baik melalui penyaluran bantuan darurat maupun solusi jangka panjang seperti normalisasi Sungai Bengawan Jero dan peninggian infrastruktur jalan agar banjir tidak terus berulang.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut