get app
inews
Aa Text
Read Next : Persela Lamongan Seleksi Bek Tengah Baru, Risna Prahalabenta Kembali Muncul

Eksodus Pemain Persela ke PSIS Tuai Polemik, Manajemen Baru Buka Suara

Kamis, 08 Januari 2026 | 21:18 WIB
header img
John Mena, salah satu pemain asing Persela yang bertahan dan menjadi andalan di lini depan. Foto: iNewsLamongan.id/IG @perselafc

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Hengkangnya sejumlah pemain kunci Persela Lamongan sebelum bursa transfer resmi dibuka menyisakan polemik panjang. Manajemen lama menyebut para pemain tersebut dilepas karena tidak lagi masuk rencana tim. Namun, manajemen Persela Lamongan akhirnya buka suara dan meluruskan isu terkait eksodus massal pemain ke PSIS Semarang.

Setidaknya enam pemain Persela Lamongan menyeberang ke PSIS Semarang, yakni Wawan Febrianto, Ocvian Chanigio, Esteban Vizcarra, Otavio Dutra, Beto Goncalves, dan terakhir Mario Londok.

Eksodus ini terjadi tak lama setelah Fariz Julinar Maurisal mundur dari posisi CEO Persela Lamongan, menyusul istrinya yang mengakuisisi mayoritas saham PSIS Semarang. Situasi tersebut memunculkan tanda tanya besar di kalangan pecinta sepak bola Lamongan.

Pasalnya, para pemain tersebut meninggalkan Persela sebelum bursa transfer dibuka, dan yang lebih mengherankan, kepindahan mereka ke Laskar Mahesa Jenar tanpa adanya kompensasi apa pun, meski masih terikat kontrak dengan Persela.

“Tidak ada biaya transfer atau kompensasi sama sekali. Mereka hengkang begitu saja. Seharusnya ada biaya kompensasi untuk menebus sisa kontrak,” ujar Asisten Pelatih sekaligus Manajer Sementara Persela, Ragil Sudirman, Kamis (8/1/2026).

Ragil menegaskan, perpindahan para pemain tersebut bukanlah transfer yang berlangsung secara normal. Ia menilai, masa transisi dari manajemen lama ke manajemen baru dimanfaatkan untuk memboyong pemain-pemain Persela ke PSIS.

Pelatih asal Karanggeneng, Lamongan, itu mengaku memahami betul mekanisme keluarnya pemain, karena saat itu dirinya menjabat sebagai pelatih karteker Persela.

“Saya pikir ini bukan transaksi transfer pada umumnya. Mungkin lebih tepat jika disebut pembajakan,” tegas Ragil.

Menurut Ragil, saat Fariz Julinar mundur, akun LIAS Persela—sistem administrasi resmi untuk pengelolaan data klub dan pemain—belum diserahkan sepenuhnya kepada manajemen baru.

“Kondisi itu dimanfaatkan untuk mengeluarkan beberapa pemain Persela sekaligus membuatkan surat keluar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ragil menampik klaim yang menyebut para pemain dilepas karena tidak masuk skema pelatih baru. Ia menegaskan, sebagian pemain yang hengkang justru masih sangat dibutuhkan untuk menghadapi lanjutan kompetisi Championship.

“Contohnya Mario Londok. Mana mungkin kiper yang sedang bagus-bagusnya tidak dibutuhkan dan dilepas begitu saja. Itu tidak masuk akal,” pungkasnya.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut