Menurut Khabbib, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, warga pernah menurunkan kain tersebut saat menggelar kerja bakti sekaligus membersihkan halaman rumah yang bersangkutan.
Namun, kain serupa kembali dipasang. Berdasarkan keterangan pemerintah desa, pemilik rumah diketahui tinggal seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Pemilik rumah juga disebut lebih sering mengekspresikan diri melalui tulisan maupun coretan.
Khabbib menambahkan, selama ini pemilik rumah tidak pernah dilaporkan mengamuk atau menyerang warga. Oleh karena itu, pemerintah desa memilih pendekatan persuasif dengan menurunkan kain tersebut agar persoalan tidak berkembang menjadi keresahan yang lebih luas.
"Kalau mengamuk tidak pernah. Orangnya lebih cenderung diam dan menyampaikan lewat tulisan-tulisan," katanya.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait
