Perajin Songkok Lamongan Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan

Abdul Wakhid
Ainur Rokim salah seorang perajin songkok di kecamatan Kalitengah. (Foto: Istimewa)

KALITENGAH, iNewsLamongan.id - Para perajin songkok di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengeluhkan lonjakan harga bahan baku dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini membuat biaya produksi meningkat tajam, sementara harga jual masih bertahan di angka lama.

Di tengah upaya kebangkitan sektor ekonomi kreatif, para pelaku industri rumahan justru menghadapi tekanan berat. Kenaikan harga bahan baku yang terjadi dalam dua pekan terakhir dinilai cukup signifikan dan mulai menggerus keuntungan para produsen.

Kondisi ini terlihat di sentra industri songkok di Kecamatan Kalitengah. Meski aktivitas produksi tetap berjalan dan mesin jahit terus beroperasi, para perajin tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran mereka.

Sejumlah bahan pendukung mengalami kenaikan harga. Di Desa Butungan, misalnya, harga plastik mika ukuran 25 meter kini mencapai Rp240.000, naik dari sebelumnya Rp220.000. Selain itu, harga kertas juga meningkat menjadi Rp30.000 per kodi.

Tak hanya itu, harga kardus dan kantong plastik sebagai bahan pengemasan juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sehingga semakin menambah beban biaya produksi.

Salah satu perajin songkok, Ainur Rokim mengaku bahwa kondisi ini cukup memberatkan. Meski begitu, para perajin masih berupaya bertahan dengan tidak menaikkan harga jual demi menjaga daya beli konsumen.

" Harga kain bludru impor asal Korea, bahan utama pembuatan songkok masih relatif stabil di kisaran Rp94.000 per yard. Tapi yang lain naik semua," kata Ainur Rokim Minggu (19/4/2026).

Kecamatan Kalitengah dikenal sebagai pusat industri songkok terbesar di Lamongan. Ratusan warga menggantungkan hidup dari usaha ini, dengan produk yang telah dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia.

Saat ini, harga songkok masih dipatok sekitar Rp21.000. Namun, jika tren kenaikan bahan baku terus berlanjut hingga satu bulan ke depan, para perajin mengaku tidak punya pilihan selain menaikkan harga jual untuk menghindari kerugian lebih besar.

Editor : Abdul Wakhid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network