Akses Terputus Akibat Banjir, Guru SDN Jelak Catur Lamongan Gunakan Perahu Jemput Siswa

Abdul Wakhid
Guru SDN Jelak Catur jemput siswa dengan perahu agar hak siswa untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meskipun berada dalam situasi darurat bencana. Foto: iNewsLamongan.id/Ist

KALITENGAH, iNewsLamongan.id - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan pada awal 2026 turut mengganggu aktivitas pendidikan. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN Jelak Catur, Kecamatan Kalitengah. Meski lingkungan sekolah tergenang air, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung berkat inisiatif para guru yang menjemput siswa menggunakan perahu.

Kepala SDN Jelak Catur, Zaenal Mutakim, menjelaskan bahwa genangan banjir memang merendam area sekitar sekolah. Namun, kondisi ruang kelas masih relatif aman sehingga dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran.

“Untuk tahun 2026 ini, lingkungan SDN Jelak Catur memang terdampak banjir. Akan tetapi, ruang kelas masih memungkinkan digunakan untuk pembelajaran secara aktif,” ujar Zaenal.

Akses menuju sekolah yang terendam air membuat sebagian besar siswa kesulitan berangkat. Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah bersama dewan guru dan masyarakat setempat berinisiatif menjemput para siswa langsung dari rumah masing-masing menggunakan perahu.

“Kami bersama guru dan masyarakat berinisiatif menjemput siswa dari rumah atau kampung masing-masing menggunakan perahu. Sebab, banyak rumah peserta didik yang juga terendam banjir,” jelasnya.

Zaenal menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian sekolah agar hak siswa untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meskipun berada dalam situasi darurat bencana.

“Inisiatif ini murni dari sekolah dan para guru. Kami ingin pembelajaran tetap berjalan dengan baik, karena ruang kelas masih bisa digunakan,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan mencatat banjir berdampak pada puluhan sekolah dasar di berbagai wilayah. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 32 SD di 8 kecamatan terdampak banjir.

Sekolah terdampak tersebar di Kecamatan Karangbinangun sebanyak 6 sekolah, Kalitengah 4 sekolah, Turi 8 sekolah, Karanggeneng 2 sekolah, Modo 1 sekolah, Laren 1 sekolah, Deket 5 sekolah, serta Glagah 5 sekolah.

Dampak banjir meliputi genangan air di halaman dan ruang kelas, terganggunya akses menuju sekolah, serta potensi kerusakan sarana dan prasarana pendidikan.

Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pendidikan Lamongan menginstruksikan seluruh satuan pendidikan terdampak untuk mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, mengamankan dokumen penting, serta menyesuaikan metode pembelajaran melalui daring atau penugasan mandiri jika kondisi belum memungkinkan untuk tatap muka.

Dinas Pendidikan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar layanan pendidikan di Lamongan tetap berjalan aman di tengah bencana banjir.

Editor : Abdul Wakhid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network