Ekspor Lamongan 2025 Lampaui Target, Nilai Perdagangan Tembus Rp22 Triliun

Abdul Wakhid
Tujuh unit kontainer (terdiri dari enam perusahaan dan lima UMKM Lamongan) diberangkatkan menuju pasar global. Foto: iNewsLamongan.id/Ist

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Kinerja perdagangan internasional Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menunjukkan tren ekspansi yang solid sepanjang tahun 2025. Nilai ekspor daerah ini berhasil menembus Rp22 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan mencatat, target ekspor 2025 sebesar Rp21,8 triliun berhasil dilampaui, sekaligus menandai pertumbuhan year-on-year dibandingkan capaian 2024 yang masih berada di kisaran Rp20 triliun.

Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan bahwa lonjakan nilai ekspor ini lebih disebabkan oleh peningkatan volume permintaan global, bukan karena bertambahnya jumlah eksportir maupun diversifikasi produk baru.

“Jumlah perusahaan relatif stagnan, begitu pula jenis komoditasnya. Namun, permintaan pasar internasional meningkat signifikan, sehingga nilai ekspor Lamongan terdongkrak,” ujar Anang, Jumat (9/1/2026).

Saat ini, Lamongan memiliki 10 negara mitra dagang utama yang menjadi pasar potensial dan berkontribusi besar terhadap neraca perdagangan daerah. Negara tujuan ekspor tersebut meliputi China, Jepang, Amerika Serikat, Thailand, Australia, Hong Kong, Filipina, Kanada, Malaysia, dan Singapura.

Dari sisi sektoral, Anang mengungkapkan bahwa industri logam menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekspor. Perusahaan manufaktur seperti PT Han, yang memproduksi baja lembaran dan aluminium, memainkan peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah ekspor Lamongan.

Selain sektor logam, komoditas perikanan dan olahan hasil laut tetap menunjukkan kinerja yang stabil. Produk-produk tersebut memiliki pangsa pasar luar negeri yang relatif elastis dan loyal, terutama di kawasan Asia dan Amerika Utara.

“Permintaan baja dan aluminium dari PT Han cukup tinggi di pasar global. Ini berdampak langsung pada peningkatan total nilai ekspor Lamongan,” jelasnya.

Meski demikian, Anang mengingatkan bahwa volatilitas geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional tetap menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi. Ia mencontohkan, kebijakan proteksionisme di sejumlah negara besar sempat memengaruhi arus ekspor, khususnya ke Amerika Serikat.

Namun, seiring meredanya tensi global dan membaiknya iklim perdagangan, kondisi ekspor Lamongan kini dinilai kembali kondusif dan kompetitif.

“Potensi melampaui target tetap terbuka. Tapi kita harus adaptif terhadap perubahan regulasi global. Saat ini situasi sudah lebih stabil, dan kami optimistis ekspor Lamongan akan tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Anang.

Editor : Abdul Wakhid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network