Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Remaja Penjual Polo Pendem di Babat yang Putus Sekolah, Berjuang demi Ibu Pengidap Kanker Usus
Advertisement . Scroll to see content

Viral karena Berjuang untuk Ibu, Marsel Kini Bisa Lanjut SMA dan Berharap Kuliah

Senin, 19 Oktober 2026 | 16:57 WIB
  • author Atmo
Viral karena Berjuang untuk Ibu, Marsel Kini Bisa Lanjut SMA dan Berharap Kuliah
Marselino bersama ibunya yang menderita kangker usus. (Foto: Atmo)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Kisah perjuangan Ilham Putra Marselino (16), remaja asal Desa Karang Kembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyentuh hati masyarakat. Ia rela putus sekolah demi membantu perekonomian keluarga dan merawat ibunya yang tengah berjuang melawan penyakit kanker usus.

Kini, harapan Marsel untuk kembali mengenyam pendidikan akhirnya terwujud. Berkat kepedulian berbagai pihak, khususnya IPDA Purnomo, anggota Polres Lamongan yang akrab disapa Pak Pur, Marsel mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Marsel dijadwalkan mulai masuk sekolah kembali pada Selasa (20/10/2026). Ia akan melanjutkan pendidikan di sekolah lain yang masih berada di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Tak hanya menanggung biaya pendidikannya, Pak Pur juga membantu mengurus pengambilan ijazah SMP Marsel yang sebelumnya belum bisa diserahkan karena masih terdapat tunggakan biaya sekolah.

Sekolah tersebut berada tidak jauh dari rumah Marsel, di kawasan perbukitan pegunungan  kapur yang menjadi bagian dari PT Semen Gresik, di perbatasan Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro.

Marsel mengaku bersyukur karena kembali mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan setelah sebelumnya harus mengesampingkan cita-citanya demi membantu keluarga.

"Alhamdulillah, Mas, akhirnya saya bisa masuk sekolah lagi berkat kepedulian berbagai pihak, khususnya Pak Purnomo, polisi baik. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya," ungkap Marsel kepada iNewsLamongan.id, Senin (19/10/2026).

Meski kembali bersekolah, Marsel menegaskan tidak akan meninggalkan pekerjaannya sebagai penjual jajanan tradisional polo pendem di trotoar Jalan Gotong Royong, Babat.

Ia berencana membagi waktu antara pendidikan dan pekerjaan. Pada pagi hari, Marsel akan mengikuti kegiatan belajar di sekolah, sedangkan sore harinya kembali berjualan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Keputusan tersebut diambil karena Marsel ingin tetap menjalankan harapan ibunya agar dirinya bisa kembali bersekolah tanpa mengabaikan kondisi keluarga.

"Saya ingin membantu perekonomian keluarga dan membahagiakan ibu yang sedang terbaring sakit. Saya bersyukur sejak kisah saya viral di media sosial, ada rezeki dari netizen yang menghubungi saya. Alhamdulillah, bisa untuk membantu biaya pengobatan ibu," tuturnya.

 Terpisah, IPDA Purnomo membenarkan bahwa Marsel akan kembali bersekolah dengan mendapatkan bantuan beasiswa. Bantuan tersebut direncanakan tidak hanya untuk jenjang SMA, tetapi juga hingga perguruan tinggi, sepanjang Marsel mampu menjaga amanah dan bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan.

Pak Pur juga memberikan keleluasaan kepada Marsel untuk tetap bekerja demi membantu keluarganya. Ia mempersilakan Marsel menjalankan usaha sendiri maupun bekerja dengan orang lain selama kegiatan tersebut tidak menghalangi pendidikannya.

"Saya sudah menemui keluarga Marsel di rumahnya dan bertemu dengan ibunya yang sedang sakit. Hari Selasa sudah mulai masuk sekolah. Ijazah SMP yang sebelumnya belum diserahkan kepada Ilham Putra Marselino karena masih ada tunggakan, sudah ditebus," terang IPDA Purnomo.

Kepedulian tersebut menjadi harapan baru bagi Marsel untuk menata kembali masa depannya. Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi ibunya yang membutuhkan pengobatan, kesempatan bersekolah menjadi langkah penting agar ia tetap dapat meraih cita-citanya.

Kisah Marsel juga menjadi pengingat bahwa kepedulian dan gotong royong dapat membuka jalan bagi anak-anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena persoalan ekonomi.

Kini, Marsel kembali memiliki kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berjuang demi kesembuhan ibunya. Di usianya yang masih remaja, ia berharap dapat membahagiakan sang ibu sekaligus membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

Editor: Abdul Wakhid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut