Ketua Baru KONI Lamongan Dituntut Petakan Cabor Unggulan, Target Tembus 10 Besar Porprov
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Ketua KONI Lamongan yang baru, Munif Syarif, menghadapi tantangan besar untuk mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Dengan waktu persiapan yang terbatas dan anggaran yang harus dikelola secara efektif, kepengurusan baru dituntut menentukan cabang olahraga (cabor) prioritas yang berpeluang meraih medali.
Munif resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lamongan periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (14/10/2026).
Usai terpilih, Munif menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan potensi atlet dan cabor, terutama yang memiliki peluang menyumbangkan medali emas pada Porprov Jatim 2027 yang direncanakan berlangsung akhir Juni mendatang.
Menurutnya, keterbatasan waktu dan anggaran mengharuskan persiapan dilakukan secara terukur. Karena itu, KONI Lamongan akan menentukan skala prioritas berdasarkan potensi dan peluang prestasi setiap cabor.
"Cabang-cabang olahraga harus mengetahui potensi yang dimiliki masing-masing, tidak memaksakan diri. Kita fokuskan mana yang menjadi prioritas utama dan mana yang berpeluang memperoleh medali," kata Munif kepada wartawan.
Ia berharap seluruh cabor dapat menyusun persiapan secara realistis sehingga sumber daya yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendongkrak prestasi atlet Lamongan.
Munif juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh cabor untuk memimpin KONI Lamongan selama empat tahun ke depan. Ia berkomitmen mendorong atlet agar mampu memaksimalkan potensi dan menunjukkan prestasi terbaik.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi KONI Jawa Timur, Muhammad Alyas, mengingatkan kepengurusan baru agar segera mengevaluasi program sebelumnya, menyusun program kerja, serta menetapkan target jangka pendek dan jangka panjang.
Menurut Alyas, evaluasi diperlukan bukan untuk mencari kekurangan, melainkan mengidentifikasi target yang belum tercapai sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang lebih tepat sasaran.
“Evaluasi bukan mencari kekurangan, tetapi kita ingin menemukan target dan sasaran yang belum tercapai secara maksimal. Itu menjadi dasar untuk menyusun program ke depan agar lebih akurat,” jelasnya.
Alyas menilai Lamongan memiliki potensi untuk bersaing di Porprov Jatim 2027, bahkan berpeluang menembus peringkat 10 besar. Sejumlah cabor dinilai telah berkembang dan memiliki kesempatan untuk menyumbangkan medali jika didukung pembinaan yang terarah.
Kalau dipetakan dari kabupaten/kota di Jatim, Lamongan sangat berpotensi. Ada beberapa cabor yang cukup berkembang dan bisa bersaing. Kami berharap potensi tersebut bisa dikembangkan melalui program pembinaan yang terukur," ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan Musorkab tidak sekadar menjadi forum pemilihan ketua, tetapi juga wadah bagi cabor untuk menyampaikan aspirasi demi kemajuan olahraga daerah.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyebut, keberadaan 49 cabor di bawah naungan KONI Lamongan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga. Potensi tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan komitmen bersama untuk meningkatkan prestasi melalui kompetisi dan pembinaan berkelanjutan.
"Ke depan harus punya komitmen yang sama, baik KONI maupun cabang-cabang olahraga. Saat ini ada 49 cabor, ini menunjukkan minat dan gairah olahraga di Lamongan sangat baik. Kepercayaan ini jangan disia-siakan," pungkasnya.
Editor: Abdul Wakhid