get app
inews
Aa Text
Read Next : Deltras Waspadai Tren Positif Persiku di Laga Championship 2025/2026

Pemberangkatan Haji Lamongan Dimulai, Ini Rincian Kloter dan Jumlah Jemaah

Rabu, 29 April 2026 | 08:57 WIB
header img
Suasana haru keluarga melepas jamaah calon haji sebelum di berangkatkan ke asrama haji Surabaya. (Foto: Abdul Wakhid)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Suasana haru menyelimuti pemberangkatan ribuan jemaah haji asal Kabupaten Lamongan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu pagi (29/4/2026). Tahun ini, jumlah jemaah haji Lamongan mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai 2.758 orang.

Peningkatan jumlah jemaah ini terjadi seiring adanya penambahan kuota haji dari pemerintah pusat. Kebijakan tersebut mengacu pada regulasi terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan ibadah haji, yang mempertimbangkan panjangnya daftar tunggu di tiap daerah.

Gelombang awal pemberangkatan dimulai sejak pagi hari dengan total 777 jemaah yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 30 merupakan kloter gabungan bersama jemaah asal Kabupaten Tuban, sementara kloter 31 menjadi kloter penuh yang diisi 376 jemaah asal Lamongan.

Proses pemberangkatan dijadwalkan berlangsung hingga malam hari untuk memastikan seluruh jemaah terangkut dengan baik menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lamongan, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah jemaah tahun ini tergolong sangat signifikan, yakni hampir 1.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, tambahan kuota ini diberikan kepada daerah dengan daftar tunggu haji terbanyak. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan antrean terpanjang sehingga mendapatkan tambahan sekitar 7.000 porsi haji.

“Dampaknya sangat terasa di tingkat kabupaten, termasuk Lamongan yang mengalami kenaikan jumlah jemaah cukup besar tahun ini,” ujarnya.

Selain kesiapan administrasi dan logistik, pihak Kemenhaj Lamongan juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental para jemaah. Hal ini mengingat masa tunggu haji di Lamongan rata-rata mencapai 14 tahun.

Para jemaah diimbau untuk memperdalam pemahaman manasik haji agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk. Selain itu, menjaga kondisi kesehatan dan pola makan juga menjadi perhatian utama.

“Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik yang prima. Kami mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama proses keberangkatan hingga di Tanah Suci,” tambahnya.

Seluruh pihak berharap ribuan jemaah haji Lamongan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut