get app
inews
Aa Text
Read Next : Persiku Kudus Gunakan Stadion Surajaya Lamongan Hadapi Deltras, Laga Digelar Tanpa Penonton

Pasokan Melimpah Tak Terserap, Harga Ikan Tambak Lamongan Anjlok

Kamis, 23 April 2026 | 18:21 WIB
header img
Suasana jual beli di pasar ikan Lamongan. (Foto: Istimewa)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Melimpahnya hasil panen ikan air tawar di Lamongan menyebabkan kelebihan pasokan di pasar, sehingga harga komoditas seperti mujair dan tombro mengalami penurunan tajam dalam dua pekan terakhir.

Kondisi ini terpantau di Pasar Ikan Lamongan pada Kamis (23/4/2026). Hampir seluruh jenis ikan air tawar mengalami penurunan harga, dengan dampak paling terasa pada mujair dan tombro yang menjadi komoditas utama.

Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Wahyono, menjelaskan bahwa lonjakan produksi saat musim panen raya tidak diimbangi dengan kemampuan pasar dalam menyerap hasil tambak.

Menurutnya, harga mujair yang sebelumnya stabil di kisaran Rp18.000 per kilogram kini turun drastis menjadi Rp8.000 hingga Rp12.000. Bahkan pada waktu tertentu, terutama menjelang siang, harga bisa merosot lebih jauh hingga Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilogram.

Ia menegaskan bahwa pengelola pasar tidak memiliki kewenangan untuk mengatur harga. Seluruh transaksi, termasuk penentuan harga, sepenuhnya bergantung pada kesepakatan antara petani, pengepul, dan pedagang di lapangan.

Sementara itu, salah satu tengkulak ikan, Gita Dwi Amelia, menyebut penurunan harga paling signifikan terjadi pada mujair dan tombro. Saat ini, harga kedua komoditas tersebut hanya berkisar Rp8.000 hingga Rp13.000 per kilogram, jauh di bawah harga normal.

Gita menambahkan, kondisi ini diperparah oleh dampak cuaca ekstrem dan banjir yang sempat melanda beberapa waktu lalu. Hal tersebut berpengaruh pada kualitas dan ukuran ikan saat panen.

“Banyak ikan yang tidak tumbuh maksimal karena dampak banjir. Sekarang pas panen, harga justru turun drastis. Petani tentu merasa dirugikan,” ujarnya.

Para pedagang memperkirakan harga ikan air tawar di Lamongan baru akan kembali naik pada akhir tahun, sekitar November hingga Desember. Pada periode tersebut, pasokan biasanya mulai berkurang sehingga harga kembali stabil, bahkan cenderung meningkat.

Saat ini, para petani tambak hanya berharap kondisi cuaca membaik dan keseimbangan pasar kembali pulih agar kerugian tidak semakin besar.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut